Day 4, kisah Eza hiatus dulu
Ngabuburit
Day 4
Kisah Eza Hiatus dulu ya... Biar nggak bosen hehe...
Sekarang saya pengen curhat aja...
Saya ibu dari seorang putri. Bukan tipe yang suka ngabuburit kalau Ramadhan. Lebih suka masak sendiri. Lebih nyaman di hati gitu. Sekali-kali ngabuburit melihat keramaian kota, nggak papa lah...
Ngabuburit adalah sarana bisnis para pedagang kuliner. Kalau di daerah kami, Warujayeng Nganjuk, menginjak pukul tiga sore jalanan mulai rame bahkan macet. Penduduk sekitar Tanjunganom dan Warujayeng seakan tumpek blek di situ. Di depan alun-alun banyak sekali pedagang makanan berjejer panjang seakan tak ada habisnya. Semua mencoba keberuntungan berdagang untuk menambah pesangon lebaran.
Kadang kami sengaja jalan-jalan ke kota untuk melihat keramaian, tapi balik ke rumah tanpa membawa apapun, tetep saja makan masakan rumah. Masakan saya sendiri atau ambil di dapur umum pesantren kami. Oh..ya.. Kami tinggal di Pondok. Pak Kyai kami memberi hunian minimalis yang nyaman di sini.
Kadang kami ngabuburit di area pondok, melihat aktivitas sore para santri. Ada yang buka lapak di sekitar lapangan dengan dagangannya masing-masing. Kan di sini santri juga dapat ilmu entrepreneurship. Itu buat praktik mereka juga.
Sambil berkeliling pondok, kami masih tidak pernah bosan menikmati segala tanaman di area pondok. Aneka sayuran yang subur dan hijau. Melihat kesuburannya selalu memberikan inspirasi menulis buat saya.
Kisah Eza yang sudah saya tulis, di day 3 saya menggambarkan rumah Pak Naryo dengan segala tanaman nya di sekitar rumah, seluruhnya saya ambil dari gambaran lingkungan pondok kami, POMOSDA (Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa) yang terletak di Tanjunganom Nganjuk.
Ngabuburit di pondok adalah pilihan sempurna untuk siapapun. Swear deh... Mau berkunjung ke sini??monggo aja... 😊.
@lutfiyan28
@lisa_pingge
@ivieth_mutia
@komunitas.odop
@emakguru_
#rwcodop2019
#onedayonepost
#day3
#komunitasodop
Komentar
Posting Komentar