Day 21 (Mabit)
MABIT
Day 21
*
*
*
@lutfiyan28
@lisa_pingge
@ivieth_mutia
@komunitas.odop
@emakguru_
#rwcodop2019
#onedayonepost
#day21
#komunitasodop
Malam Bina Iman dan Taqwa disingkat MABIT.
Sumpah...baru dengar istilah itu ya dari RWC ODOP ini. Makanya, mau tak sambungin dengan kisah Sayap-Sayap Malaikat kok masih belum berani, karena masih mentafakuri makna MABIT sebenarnya.
Nulis ini, aku harus buka referensi juga lo, buku catatan kajian yang tiap minggu aku dapat daru Guruku, Bapak Kyai Tanjung. Karena memang dari Beliau referensi utamaku. Buku, atau referensi yang lain sebagai pikukuh atau pelengkap saja.
Kalau dari kata Malam Bina Iman dan Taqwa kan itu intinya, sebuah malam atau banyak malam yang digunakan untuk membina atau memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. Tul nggak?
Setiap orang bisa mengoreksi ya... Ini hanya beropini.
Intinya MABIT itu kan ada pada Iman dan Taqwa. Ya kan?
Nah... Iman apa dong? Percaya kepada Tuhan, gitu aja?? Percaya yang seperti apa nih? Percaya dan yakin dengan ada-Nya Tuhan. Begitu yang di dhawuhkan Guruku.
Kan ada dua jenis percaya nih...
Kita analogikan ya...
Banyak yang bilang kimchi, makanan dari Korea itu enak, pedes, asem dan menyehatkan. Aku percaya itu, yang bilang juga seluruh orang di dunia. Tapi aku hanya percaya saja, belum membuktikan. Wong akunya belum pernah makan kimchi. Itulah percaya. Kepercayaan kadang bisa berubah jika belum membuktikannya sendiri.
Beda dengan keyakinan. Yakin adalah percaya dan tahu persis, sudah membuktikannya. Seperti gula, aku percaya dan yakin gula itu manis, wong aku udah sering merasakannya kok. Sudah membuktikannya. Dan aku sama sekali tidak ragu. Kalau ada orang yang bilang gula itu asin, aku pasti nggak akan percaya lah, wong aku udah membuktikannya.
Bagaimana dengan Iman? Iman kepada Tuhan?
Ya harus membuktikannya. Harus mengenal Siapa Tuhan itu dengan nyata.
Sedikit membuka paradigma, Tuhan itu wujud lo... Ada nama pasti ada Dzat-Nya. Kalau kita ngaku beriman. Harusnya sudah tahu dan kenal Dzat-Nya. Bukan hanya kira-kira.
Mungkin kita itu Islam, tapi belum iman.
Dan Islam itu akan sempurna jika dilengkapi butiran iman. Begitu Guruku, Bapak Kyai Tanjung menjelaskan di tiap kajiannya.
Bagaimana dengan taqwa?
Secara umum taqwa diartikan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bagaimana aplikasinya?
Guru kami mengajarkan, taqwa adalah perilaku kebaikan. Mengendalikan diri dari perilaku yang merusak diri, merusak lingkungan, merusak keimanan, merusak ibadah, merusak amal, merusak keluarga. Intinya perilaku taqwa itu ngempet.
Dengan kata lain, perilaku taqwa intinya mengendalikan diri dari keegoan, keakuan, merasa paling baik dan paling mulia.
Orang yang Mabit harusnya membuktikan sendiri keimanan dan ketaqwaannya. Bagaimana caranya?
Menjaga perilaku agar tidak merusak, memiliki perilaku selamat dan menyelamatkan, memakmurkan bumi Allah dengan yakin dan kenal siapa yang disembahnya.
Harusnya tidak hanya malam hari aja dong. Siang, pagi, sore juga bisa membina Iman dan taqwa kita.
Bagaimana kalau istilah Mabit kita tambahi menjadi Pabit (Pagi Bina Iman dan Taqwa), Sibit (Siang Bina Iman dan Taqwa), Sobit (Sore Bina Iman dan Taqwa). Hehe...
Thank you...
Semoga menjadi tafakur kita bersam-sama...
Komentar
Posting Komentar