Day 11
SAHABAT
Day 11
-----------------------
@lutfiyan28
@lisa_pingge
@ivieth_mutia
@komunitas.odop
@emakguru_
#rwcodop2019
#onedayonepost
#day11
#komunitasodop
Sahabat waktu SD ku namanya Arik, Didin, Linda.
Sahabat pas SMP ku ada Mb. Yuyun.
Sahabat saat SMA ku, kupanggil dengan nama Sancai.
Sahabat di Pare ku punya nama yang sama denganku, Yuli.
Sahabat pas kuliahku, Anton, Udin, Pak Dar.
Sahabatku banyak kan? Dan semuanya masih jadi sahabatku hingga saat ini.
Makanya kalau ditanya, siapa sahabatku? Ya bingung, atuuh...
Saat sudah jadi emak-emak gini sahabat terbaikku adalah, cucian kotor, setrikaan menumpuk dan rumah yang belum diberesin. Kadang sahabatku saat ini buku bacaan, buku tulis, koreksian yang menumpuk. Trus saat sedang santai, sahabatku adalah Whatsapp dan aplikasi yang lain.
Kalau lagi suntuk, sahabatku adalah pemandangan belakang rumah yang ditumbuhi segala macam sayuran hijau dan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan.
Beda lagi saat banyak kebutuhan hidup, sahabatku adalah suami tercinta. Hehehe... Karena ada maunya 😀😀
Saat hati gundah gulana, sahabatku adalah Sang Pencipta alammayapada ini.
Ehmmm....giliran galau aja, baru inget Tuhan. Haish.... 😥😥
Sebenarnya, siapa sih yang pantas jadi sahabat itu?
Saat kita bersahabat dengan semesta, dengan kehidupan maka semua akan bersahabat dengan kita. Itulah sahabat sebenarnya. Elah, sok puitis kali awak bah??😂😂
Eh...tapi seriusan ini...!
Saat kita merasa susah, selalu ditimpa masalah, was-was, hati tak tenang, sedih, banyak kebuntungan, maka yakinlah saat itu kita belum bisa bersahabat dengan diri sendiri, bersahabat dengan kehidupan.
Jangan pikir orang-orang yang hidup di kolong jembatan dengan masalah dililit hutang, anak sakit busung lapar, suami suka judi dan main kasar dan segudang masalah lagi, itu karena nasib. Sama sekali bukan, itu karena mereka tak pernah akur dengan sahabatnya, yaitu diri sendiri.
Tuhan itu adil kok, jangan sangsikan itu. Tuhan memberi semua hambanya otak, pikiran, hati dan semua organ tubuh sama di semua hamba-Nya. Hanya saja setiap hambanya memberdayakan potensi itu atau tidak. Ya kan?
Yang mau menjadi orang baik, alam baik padanya, tetangga dan teman baik pula padanya, kehidupan baik berpihak padanya. Maka gunakan segala potensi yang Tuhan berikan, itulah cara Tuhan memberi sahabat pada manusia. Manusia yang mau berfikir lo ya....
Di buku Selalu Ada Jalan Terbaik karangan Mbak Novarina DW menyebutkan seberat apapun masalah yang kita hadapi, Tuhan selalu menyelipkan jalan keluar saat kita mau menata jalan pikiran yang positif, saat kita berteman dengan jagad raya dan isinya, menjadikan mereka sahabat kalau bisa.
Nah... Sekarang, kalau ditanya, siapa sahabat kita? siapa berani menjawab??
Kalau sahabatku sih... aku ingin menjadi sahabat bumi dan isinya. Hehe.... Amiin...masih on the way ini. ☺☺
Terimakasih....
***
Kisah Eza masih pending lagi ya...biar agak nyakot, perlu bertapa yang agak panjang...hehe...
The Real nya sahabat 🤭🤭
BalasHapusBener banget, sahabat sejati adalah Allah, alam dan seisinya.. 😇😍