Wisuda ODOP
Para senior di group KOPLING (Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk) itu pinter banget 'ngiklanin' tentang ODOP (One Day One Post) hingga kami bisa begitu tertantang harus bisa masuk komunitas itu.
"Yang bisa tembus ODOP nggak akan nyesel deh, banyak pembelajaran tentang kepenulisan dan literasi di sana. Jangan kaget kalau gabung di situ tetiba bisa bikin buku sendiri." Begitu kata salah satu alumni ODOP sekaligus senior di KOPLING mas Heru Sang Mahadewa, Pak Winarto Sabdo, Mbak Novarina Dian Wardani, yang menggawangi terbentuknya KOPLING ini.
Dengan iming-iming begitu, siapa yang tidak ngiler coba? Apalagi didukung mereka memiliki prestasi luar biasa di kepenulisan yang nggak bisa diremehin.
Dengan modal itu juga dukungan mereka serta keluarga, aku nekad menjebloskan diri di ODOP. Bermula di RWC atau Ramadhan Writing Challenge yang mewajibkan kita menulis setiap hari di bulan Ramadhan dengan tema yang berbeda di tiap harinya.
Nggak mudah, tapi asik dan seru.
Kirain habis lulus RWC kita langsung lolos jadi ODOPers, ternyata tidak. Itu hanya warming up aja.
Dan di sinilah tantangan sebenarnya. Di bulan September sampai dengan Oktober kemarin kami ditantang menulis setiap hari dengan satu tema yang ditentukan panitia di tiap minggunya. Ngos-ngosan bo'. Jungkir balik dan jatuh bangun. Kadang ada saat blockwriter yang butuh support dari segala sisi untuk memunculkan ide.
Moodpun kadang dengan kurang ajarnya pergi entah ke mana yang membuat segala yang tampak terasa jelek, untung bukan seperti jaman belum ada ponsel ya? Bayangin jika itu ditulis di atas mesin ketik jadul, berapa kertas yang kebuang di sampah?
Saat seperti itu hanya butuh dopping. Biasanya yang bisa jadi moodbosterku adalah dengan membaca cerita di Wattpad atau group menulis di FB, ngobrol dengan keluarga, diskusi dengan teman atau inget #Guruku, Beliau yang selalu menerangi jalanku. Ingat apa yang sering 'didhawuhkan' sangat efektif menaikkan semangat dan moodku.
Hingga dua bulan itu berakhir. Menulis sudah seperti candu karena event ini. Seperti membuang sampahnya hati, pikiran dengan menuangkannya dalam tulisan.
Rasanya nggak percaya saat para panitia menyatakan lulus ODOP ini. Padahal tulisan yang kusetor hanya rangkaian kalimat sederhana.
Sungguh, aku jadi menyesal tidak mengoptimalkan diri selama dua bulan kemarin, tidak aktif menyimak grup.
Banyak yang aku dapat dari 8 pekan ini. Kenikmatan menulis, materi-materi yang keren dari para master juga bonus dapat banyak teman dan kenalan dari Sabang sampai Merauke.
Terimakasih ODOP. Menjadi bagian ini seperti menemukan harta karun tak terhingga. Akan kugali lagi potensi menulis yang Tuhan titipkan. Terimakasih untuk semua.
Alhamdulillah... Aku lolos ODOP guys...
Iyan Lutfi Yulianto, siapa lagi yang harus di tag atuh mas?đŸ˜†
Komentar
Posting Komentar