Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Day 25 (THR)

Pentigraf @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day25 #komunitasodop * * * 3.15 Aku terbangun. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhku. Mimpi yang sama menghantuiku lagi. Mimpi menakutkan yang selalu hadir sejak aku menempati kontrakan ini. Di sana, aku seperti menggali sebuah kuburan yang entah milik siapa. Aku menggali sendiri sampai kulihat sebuah kain kafan berbentuk pocong yang nampak lusuh. Kemudian aku terbangun setiap dini hari. Yeah... Tepat pukul 3.15. Aku bangkit dari tempat tidurku, beranjak menuju kamar mandi dan mencuci muka. Mencoba menghilangkan bayangan mengerikan dengan membasuh air di wajahku. Aku mulai menyesali karena tak pernah menghiraukan peringatan teman-teman dan warga sekitar bahwa kontrakan ini sedikit angker. Aku terbelalak. Tiba-tiba di cermin wastafel muncul tulisan bertinta darah segar. Aku mundur dengan reflek. Membaca tulisan mengerikan itu dengan pucat. ' BAGI THR NYA SEKA...

Day 24 (cuti)

@lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day24 #komunitasodop Pentigraf CUTI "Mas...kapan mas dapat cuti?" Aku bertanya pada suamiku yang sedang mengelap mobil kesayangannya. "Kenapa dek?kita mau ke mana?" sejenak dihentikannya sejenak melap mobilnya. "Adek ingin jalan-jalan ke villa. Kan kita belum bulan madu mas". Aku merajuk "Mas nggak akan ambil cuti dek, maaf" Aku terbelalak. Emosi mulai menguasaiku. Merasa perlakuan suami yang baru seminggu menikahiku ini tidak adil. Aku tak dibolehkan keluar rumah, tak ada izin bekerja atau sekedar berbelanja jika tanpa ditemaninya. Aku bosan. "Mas tak akan mengambil cuti adek, karena mas tak butuh cuti untuk bersenang-senang dengan istri mas. Cuti hanya untuk pegawai. Dan mas seorang boss yang tak butuh cuti". Note: don't be an employee. Be a boss of your own factory #efek_buku_robert_kiyosaki

Day 23 (lailatul qadar)

@lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day23 #komunitasodop SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 23 *** Malam ini terasa beda, aku menghitung hari. Ini adalah malam 25 Ramadhan. Mungkin ini malam Lailatul Qadar. Aku dengan sadar mengambil wudu di masjid agung di kawasan Pare Kediri. Setelah bertemu Yasmin, Sang Pelantun lagu yang menggetarkan hatiku saat itu. Dia menunjukkanku lagu aslinya. Syair aslinya dan siapa penciptanya. Lagu itu berjudul Shalawat dan Cintai Rasul. Membaca syairnya membuatku rindu dengan sosok yang tak pernah aku tahu, tak pernah aku kenal. Sang Utusan. Rasulallah. Selama seminggu setelah meninggalkan Jogja aku merasa teramat frustasi. Aku merindukan Utusan Allah itu. Tapi bagaimana aku bertemu dengannya? Sedang aku tak pernah bertemu dengannya? Sedang aku berbeda zaman dengannya? Dia hidup ratusan tahun yang lalu. Bagaimana aku bertemu dengannya?. Yasmin berpesan padaku. "Kak Eza, kalau ingin damai...

Day 22( mudik)

Cerpen mini (Mudik) Day 22 * * * @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day22 #komunitasodop *** INI BUKAN AKU Aku mengerjapkan mataku. Menatap sekeliling dengan kaku. Pusing yang teramat menyerangku. Aku mendesis. Tiba-tiba seseorang menghampiriku. Mata hazelnya menatapku dengan enggan. Bibirnya menyunggingkan senyum terpaksa. "Are you awoke already?". Aku berusaha bangkit duduk. Melihat orang-orang yang mengelilingiku dengan wajah cemas. Banyak keganjilan kurasa. Aku serasa asing dengan ini semua. Orang-orang yang mengaku keluargaku memanggilku dengan nama yang bukan namaku. Pria asing yang mengaku suamiku. Apa sebenarnya yang terjadi? "After from Korea, we will home. Your mother waits us". Aku di Korea? Di rumah sakit Korea?. "Remember, you are Liana, the Countess of Earl  Dominique Marquess". Countess? Aku seorang istri dari seorang Earl? Bangsawan tingkat ke tiga di Britania R...

Day 21 (Mabit)

MABIT Day 21 * * * @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day21 #komunitasodop Malam Bina Iman dan Taqwa disingkat MABIT. Sumpah...baru dengar istilah itu ya dari RWC ODOP ini. Makanya, mau tak sambungin dengan kisah Sayap-Sayap Malaikat kok masih belum berani, karena masih mentafakuri makna MABIT sebenarnya. Nulis ini, aku harus buka referensi juga lo, buku catatan kajian yang tiap minggu aku dapat daru Guruku, Bapak Kyai Tanjung. Karena memang dari Beliau referensi utamaku. Buku, atau referensi yang lain sebagai pikukuh atau pelengkap saja. Kalau dari kata Malam Bina Iman dan Taqwa kan itu intinya, sebuah malam atau banyak malam yang digunakan untuk membina atau memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. Tul nggak? Setiap orang bisa mengoreksi ya... Ini hanya beropini. Intinya MABIT itu kan ada pada Iman dan Taqwa. Ya kan? Nah... Iman apa dong? Percaya kepada Tuhan, gitu aja?? Percaya yang seperti ...

Day 20 (Toilet Masjid)

@lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day20 #komunitasodop Puisi nggak jelas * * * Harum ini mengganggu khusyuk shalatku Aku mencoba bertahan Biarlah dada sesak karenanya Aku tetap mengikuti imam di depanku Oh... Aku ingin undur diri dari barisan ini Mencari harumnya yang semerbak Menyibak warna yang mungkin ada Menyatukan fikir dan hati Dan... Maaf imam shalatku... Aku undur diri... Aku harus menemukan sumber harumnya.. Oh...Ya Gusti... Warna apa itu? Kuning kecoklatan yang tampak memukau Baunya pantas menyengat karena lalat-lakat beterbangan di atasnya Aku ingin pingsan. Bukankah ini masjid yang katanya rumah Tuhan? Pantaskah rumah Tuhan dihiasi warna dan harum ini. Pantaskah semua ini mengganggu khusyuknya hamba yang sedang beribadat Toilet masjid yang begitu mempesonaku Akan kujadikan dia mengkilap, bersih dari segala kotoran. Agar Tuhan tersenyum melihat rumahnya. Note: ampun deh.... Sedan...

Day 19 Kotak Amal

Pentigraf (Kotak Amal) @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day19 #komunitasodop Surau tampak ramai. Ratusan orang berkumpul mengelilingi sesuatu yang ada di dalam surau. Menciptakan suara ribut seperti ribuan lebah yang mengerumuni madu. Tampak seorang anak berumur 10 tahun dengan takut-takut mendekap sebuah kotak kayu berukuran 20 x 20 cm yang tampak menyembul di antara dekapannya. Wajahnya basah dipenuhi peluh dan air mata. Suara tangisnya tak begitu terdengar tapi menyayat hati. "Berikan kotak itu nak... Itu bukan punyamu. Itu kotak amal masjid". Suara semua orang tak dihiraukannya. Dia tetap menggeleng tetap mendekap kotak itu. Tak ada seorangpun yang sanggup membujuknya. Bahkan ada yang terpaksa mengambil kotak amal dengan paksa dari tangannya. Tapi si anak yang berbadan ramping itu memegangnya dengan sangat erat. Tangisnya semakin kencang terdengar. Seorang lelaki tua mendekatinya. Menawarkan sebuah...

Day 18 (Sajadah)

SAYAP-SAYAP MALAIKAT * * * @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day18 #komunitasodop Lagu Sajadah dari Bimboo mengalun samar terdengar dari dalam masjid. Lagu yang diputar seorang petani yang sedang mencabuti hama di sawah yang terletak persis di samping masjid . Aku terbangun tapi tak segera beranjak. Rupanya aku tertidur. Misteri sebuah lagu dan pelantunnya membuatku terjaga semalam sampai subuh.  Kulirik jam tangan, 07.30. Senja sudah beranjak dari peraduan. Tapi hawa dingin masih sangat terasa. Aku beringsut bangun sembari mengusap wajahku kasar. Mencoba mencerna makna lagu Sajadah milik Bimboo ini. Ada sajadah panjang terbentang Dari kaki buaian Sampai ke tepi kuburan hamba Kuburan hamba bila mati Ada sajadah panjang terbentang Hamba tunduk dan sujud Di atas sajadah yang panjang ini Diselingi sekedar interupsi Mencari rezeki mencari ilmu Mengukur jalanan seharian Begitu terdengar suara azan Kemb...

Pentigraf Nuzulul

Day 17 (Nuzulul Qur'an) * * * @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day17 #komunitasodop Pentigraf BERSAMA KEKASIHKU Malam ini adalah puncaknya. UtusanNya memanggilku untuk menghadap. Di malam Nuzulul Qur'an yang agung. Aku berjalan cepat tanpa memikirkan apapun. Dipanggil Rasulullah lebih utama dari apapun. Bahkan jika harus menyeberangi lautan api. Aku berhenti di depan pintu yang memancarkan cahaya terang dengan bangunan batu yang tampak kokoh, putih serta memancarkan sinar menyilaukan. Kokoh sekokoh iman pemiliknya. Sebelum mengetuk pintu kubenahi jubah putih yang menutupi kepalaku. Dengan tangis bahagia kuketuk rumah Sang Utusan, kemudian membuka pintu kokoh itu perlahan. Di sana, telah menanti beberapa orang mengelilingi sosok yang bercahaya yang duduk di atas batu dengan indahnya. Dia, Cahaya Ilahi. Yang selalu kurindu. "Sekarang waktumu Rabia'ah". Aku menoleh pada suara yang berdiri ...

Day 16 (Bukber)

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 16 *** *** *** @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day16 #komunitasodop Pov's Shafita Sudah mulai liburan. Banyak rencana yang sudah kurancang untuk mengisi liburanku. Jadwal Bukber juga seperti kereta. Bukber satu angkatan, bukber keluarga besar, bukber grup literasi, bukber bersama pengurus dan anak-anak panti dan beberapa yang lain. Siang ini aku berencana ke panti dan bermain bersama anak-anak. Saat hatiku gundah, aku lebih sering menghabiskan waktuku di panti, bercerita bersama anak-anak, atau membantu apa saja. Aku juga tak mengerti mengapa akhir-akhir ini merasa gundah. Pikiranku melayang entah ke mana. Sering menangis tanpa kutahu apa penyebabnya. Aku merasa hampa, kosong dan tak berguna. Sejak kutahu, Kak Eza sedang mencari hati dirinya dengan berkelana, aku sadar telah mempermainkannya. Aku memintanya mencari jati diri, mencari siapa dirinya padahal aku sendiri belum tahu...

Day 15 (ketupat)

Sayap-Sayap Malaikatnya hiatus lagi ya... @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day15 #komunitasodop *** TAK PERNAH ANGGAPMU ADA Kali ini biarkan aku menceritakan kakak tertuaku. Kalau mbak. Nik sudah menceritakan tentang 4 Srikandi anak-anak ibukku. Aku ingin menulis tentang kakak sulungku. Kami biasa memanggilnya cacak. Kata ibukku, balitanya sangat ganteng, putih, sehat, dan menggemaskan. Aku belum bisa membayangkan seperti apa, melihat mukanya yang buthek gitu sekarang, hehehe... Cacak sangat cerdas, kata ibuk sekolah kanak-kanaknya sangat bagus dan membanggakan. Sekolah tingkat SD nya, banyak yang memuja dia sebagai anak yang sempurna karena selain penurut, cacak adalah anak yang tanggung jawab, mandiri dan rajin. Segala pelajaran dilahapnya dengan mudah. Daya ingatnya tak ada yang dapat menandingi dari ke lima anak ibuk. Bahkan hingga sekarang. Ibuk dan bapak sudah merangkai harapan besar dan menata masa depa...

Day 14 (Keramik Masjid)

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 14 *** *** *** @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day14 #komunitasodop *** Masjid ini terlihat beda di pagi hari. Kesan klasik sangat jelas terlihat. Kayu jati yang kokoh mengkilap nampak begitu eksotis dengan warnanya yang khas. Dindingnya saparo ke atas dibangun dengan jati lebar yang mengelilingi seluruh bagian masjid dengan warna aslinya yang terplitur dengan sempurna. Setengah bagian bawah dikeramik dengan warna coklat susu yang bersih. Lantai keramik masjid kelas terbaik berwarna coklat kehitaman menambah kesan elegan yang tak bisa ditutup-tutupi. Masjid ini berdiri di atas hamparan tanah yang sangat luas. Memiliki dua sisi sayap yang sengaja dibangun sedikit menjorok ke dalam. Sisi kanan ada tiga bagian untuk toilet dan tempat wudu jamaah putra dan putri dan satu bagian untuk gudang. Sayap kanan dibagi menjadi empat ruangan. Tiga ruang digunakan untuk madrasah di sore hari, dan s...

Day 13 (Setan)

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 13 @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day13 #komunitasodop * * * "Ayo...ikut saya shalat malam, dari pada ngelamun gitu". Tiba-tiba sosok tua berbadan bungkuk berjalan mendekatiku. Aku tersadar dari lamunan tentang pemilik pelantun lagu tadi. Masih duduk bersila tak bergeming. Ku lirik jam dinding masjid. Kedua jarum menunjuk angka satu. Si Mbah menatapku heran, menyadari kebingunganku. "Kamu itu apa habis mimpi buruk to? Kok seperti kerasukan jin gitu?". Kali ini ada nada bercanda dari Si Mbah yang baru kulihat ini. Kemudian dia ikut duduk bersila di depanku. "Saya tadi mendengar ada suara wanita di sana mbah. Dia melantunkan lagu yang sangat bagus, saya menangis sesenggukan mendengar lagunya. Syairnya menyadarkan saya tentang makna shalawat. Tapi, setelah saya cari, wanita itu hilang mbah, bahkan sudah saya cari di jalan. Saya tidak menemukan. Apa mungkin dia ...

Day 12 (Cinta)

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 12 * * * @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day12 #komunitasodop *** POV'S Shafita Aku tertegun saat Wali Kelasku menceritakan tentang kakak kelasku yang berkelana mencari jati diri selama bulan Ramadhan. Dan kisah ini sudah banyak digunjingkan seluruh sekolah. Bahkan penduduk kota. Aku tak tahu sama sekali. Entah seperti apa awalnya. Aku menganggap dia, idola sekolah itu hanya main-main saja saat menyatakan cintanya ke aku saat itu. Siapapun akan kaget jika berada di posisiku. Kami hanya bertemu kurang dari lima kali. Ngobrol hanya dua kali seingatku. Itupun hanya say hello karena tanpa sengaja bertemu di perpustakaan. Dan kalimatnya meluncur begitu saja. Di perpustakaan yang saat itu sedang sepi pengunjung. Prasangkaku, dia hanya ingin mempermainkan wanita polos dan bodoh sepertiku. Dan hatiku menolak tentu saja, jika prasangka itu benar. Tapi, aku lupa bahkan ayat-Nya juga meny...

Pentigraf

Pentigraf (masih belajar) * * * Saya berlari lagi dan lagi. Kali ini saya ndak ingin tertinggal seperti biasanya. Kerikil tajam menusuk telapak kaki saya yang tanpa alas, terik matahari menyengat tanpa ampun menambah warna legam pada kulit saya. Saya percaya, kali ini saya akan bertemu dengannya, lelaki kharismatik yang selama ini hadir di mimpi saya, yang selalu memberi saya senyum menawan saat bertemu. Saya... Saya mencintainya. "Mbok yo ojo ngimpi... Awakmu ki sopo?Anak buruh tani, ndak berpendidikan, yo ga cantik. Ngarep ditresnani Mas Suryo, sing bagus, pinter, guru ngaji, shalih pula. Oalah Lastri...Lastri... Kamu itu seperti punguk merindukan bulan". Saya ndak menggubris kata-kata Suminah yang lagi-lagi ngonangi saya sedang ngintip Mas Suryo yang sedang ngajar ngaji di surau yang terletak jauh dari rumah saya. Saya cukup senang hanya dengan menatapnya seperti ini, di posisi yang tidak terlihat olehnya, setelah seharian bekerja membantu emak di sawah. Dan dengan s...

Day 11

SAHABAT Day 11 ----------------------- @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day11 #komunitasodop Sahabat waktu SD ku namanya Arik, Didin, Linda. Sahabat pas SMP ku ada Mb. Yuyun. Sahabat saat SMA ku, kupanggil dengan nama Sancai. Sahabat di Pare ku punya nama yang sama denganku, Yuli. Sahabat pas kuliahku, Anton, Udin, Pak Dar. Sahabatku banyak kan? Dan semuanya masih jadi sahabatku hingga saat ini. Makanya kalau ditanya, siapa sahabatku? Ya bingung, atuuh... Saat sudah jadi emak-emak gini sahabat terbaikku adalah, cucian kotor, setrikaan menumpuk dan rumah yang belum diberesin. Kadang sahabatku saat ini buku bacaan, buku tulis, koreksian yang menumpuk. Trus saat sedang santai, sahabatku adalah Whatsapp dan aplikasi yang lain. Kalau lagi suntuk, sahabatku adalah pemandangan belakang rumah yang ditumbuhi segala macam sayuran hijau dan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan. Beda lagi saat banyak kebutuhan hidup, ...

Rasul

Day 10 -----> Rasul Kisah Eza hiatus lagi ya... Susah nyari inspirasi. @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day10 #komunitasodop Kali ini, lagi ingin menuliskan keresahan penulis yang mengganggu relung hati terdalam. Hehe... Keresahan ini muncul karena sebuah pernyataan teman yang menohok. Menggugah daya pikir manusia. Begini dia mengungkapkan. "Tuhan itu nggak adil banget ya?" begitu dia mengawali diskusi. Kaget dong, secara Tuhan itu Maha Adil kan?. "Eh...hati-hati... Pamali. Tuhan itu Maha Adil, tahu..." aku menjawab dengan bersungut sungut. "Kamu pernah nggak ketemu Rasullullah? Nabi Muhammad?" tanya dia sok religi. "Ya nggak bakal lah kita bisa ketemu Rasul, kan sudah wafat". Jawabku sambil esmosi. Aneh-aneh aja pertanyaannya. "Nah...itulah...mengapa Allah itu nggak adil. Kita, yang hidup di jaman now ga bakal bisa ketemu Rasullullah. Gimana besok kita bisa k...

Day 9 (Sholawat)

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 9 * * * Kuurungkan niatanku berkunjung ke keraton Jogja. Sayang sebenarnya, hanya saja hatiku berkata aku harus meneruskan perjalanan. Kubiarkan kakiku merasakan lelah berjalan dari satu desa ke desa yang lain. Aku mencoba menikmati segala yang ada di kota gudeg ini. Kearifan lokalnya, hiruk pikuknya, laut-lautnya, pemandangannya, budayanya yang kental, bahkan segala hal-hal supranatural yang sempat kurasakan. Ini adalah hari ke 6 aku di Jogja, mencoba mengenali kota kelahiran kakek buyut dari jalur ayahku yang banyak mengajarkannya menjadi pribadi yang kokoh, santun dan sabar. Lagi-lagi aku menghentikan langkahku di sebuah masjid, mengistirahatkan ragaku dan pikiranku. Ini adalah masjid tua bergaya jawa kuno yang hampir seluruh bagiannya dibangun dengan kayu jati tebal dan tua dengan warna coklat kehitaman yang khas. Bedugnya berukuran jumbo dari batang pohon yang maha besar, mungkin diambil dari pohon jati yang berumur jutaan tahun. Atapnya mengerucu...

Day 8 (Rumah)

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 8 * * * Rumah yang selama ini aku pahami dan ku rasakan tidak jauh beda dengan pemahaman pada umum. Yaitu tempat kita berlindung untuk raga kita juga hati kita. Rumah Pak Naryo adalah rumah bagiku karena hatiku tertambat di sana, meskipun aku hanya tinggal di sana 3 hari saja. Seperti halnya rumahku di Jakarta adalah rumah untukku karena aku lahir dan besar di sana selama bertahun-tahun. Rumah Pak Haji Gandhi ini sebenarnya nyaman, orangnya baik semua. Hanya saja ini belum 'rumah' bagiku karena aku merasa kurang sreg dengan perlakuan mereka pada si mbok Jarmi. Konglomerat desa Kali Urang itu memang tak menuntut diperlakukan baik oleh majikannya. Dengan tubuh kurusnya, dia melakukan segala macam kerjaan yang ada. Mencuci, setrika, bersih-bersih, masak, dan banyak lainnya. Akan lebih ringan saat anak gadisnya membantunya sepulang sekolah. Yang membuatku sedih, bu haji Gandhi menyendirikan makanan untuk simbok dan Mila, anak gadisnya di bufet dapur...

Day 7

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 7 * * * Memasuki Rumah Pak Haji Gandhi, lelaki yang mengoreksi cara wuduku tadi. Bau terasi semerbak masuk di hidungku. Ku lirik jam tangan, iya...sudah waktunya menyiapkan menu untuk berbuka. Mungkin sang istri sedang berkutat dengan terasi dan bumbu-bumbu dapur lainnya. Pak Haji mempersilahkan aku duduk pada sofa bercorak navi dan  bergaya Eropa dengan dilengkapi meja kaca berukuran jumbo yang di atasnya terpampang berbagai macam bunga hidup yang menyegarkan. Kusapu pandanganku ke segala penjuru ruang tamu berukuran 4x5 ini. Lampu Itali dengan ornamen kristal-kristal berbentuk seperti kristal air menyoroti ruangan. Hari memang sudah mulai gelap. Dinding bercat hijau muda dengan atap ruangan putih menambah kesan bersih dan elegan. Dindingnya terpampang banyak foto berbagai ukuran. Ukuran terbesar yang menjadi point of view ruangannya adalah foto keluarganya, foto si bapak dengan istri dan ke enam anaknya. Semua kompak mengenakan baju adat jawa. D...

Day 6

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 6 * * Jogja. Kota yang selalu teristimewa. Kota yang selalu sukses menyajikan memori tak terlupakan bagi pengunjungnya. Dari Cirebon kemarin, aku berjalan ke Brebes dengan menumpang truk angkutan pasir. Kemudian dari sana aku menuju Prambanan dengan mobil sayur milik Pak Ngadimin. Dalam perjalanan aku di atas mobil baknya bersama sang istri, ibu Ngadimin, wanita tambun yang memiliki jiwa humoris yang menyenangkan. Dengannya perjalanan dari Brebes ke Magelang tidak terasa melelahkan karena dagelan bu Ngadimin yang lucu. Sebenarnya mereka menawariku tinggal di rumahnya, tapi dengan halus ku tolak dengan alasan, aku ingin ke Prambanan dan Borobudur. Maklum, aku tak pernah berkunjung ke kota wisata Indonesia di luar Jakarta. Ayah dan Ibu malah lebih sering mengajakku berlibur ke California, Turki atau bagian benua Eropa lainnya. Maka, aku begitu takjub dengan segala yang ada di Prambanan dan Borobudur. Jauh lebih menakjubkan dari deskripsi yang sering aku ba...

Day 5 (Lanjut kisah Eza)

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 5 Tarawih di surau sini sangat menakjubkan, surau kecil di pojokan desa, tempat pertama aku bertemu Pak Naryo, yang bangunannya hampir rubuh tapi memiliki aura sangat berbeda saat menjelang maghrib. Jamaah memenuhi suraunya sampai meluber di luarnya dan hampir menyentuh jalan. Anak kecil berbagai usia meramaikan suasana dengan mendendangka puji-pujian setelah adzan dengan semangatnya. Bahkan sebelum adzan para jamaah sudah berbondong-bondong menyerbu surau melakukan apapun yang mereka bisa. Ada yang menyapu surau, menyapu dedaunan di teras surau dan menggelar tikar untuk jamaah yang tidak kebagian tempat di dalam. Kata Pak Naryo keadaan seperti ini tidak hanya di Ramadhan, ini sudah menjadi rutinitas harian. Para ibu-ibunya dengan mukena yang Sederhana, menempatkan diri di shof belakang jamaah putra. Beberapa sambil membawa makanan ringan, yang sebenarnya menurutku itu makanan berat seperti rebusan singkong, ubi, atau makanan yang diolah dari bahan yang sa...

Day 4, kisah Eza hiatus dulu

Ngabuburit Day 4 Kisah Eza Hiatus dulu ya... Biar nggak bosen hehe... Sekarang saya pengen curhat aja... Saya ibu dari seorang putri. Bukan tipe yang suka ngabuburit kalau Ramadhan. Lebih suka masak sendiri. Lebih nyaman di hati gitu. Sekali-kali ngabuburit melihat keramaian kota, nggak papa lah... Ngabuburit adalah sarana bisnis para pedagang kuliner. Kalau di daerah kami, Warujayeng Nganjuk, menginjak pukul tiga sore jalanan mulai rame bahkan macet. Penduduk sekitar Tanjunganom dan Warujayeng seakan tumpek blek di situ. Di depan alun-alun banyak sekali pedagang makanan berjejer panjang seakan tak ada habisnya. Semua mencoba keberuntungan berdagang untuk menambah pesangon lebaran. Kadang kami sengaja jalan-jalan ke kota untuk melihat keramaian, tapi balik ke rumah tanpa membawa apapun, tetep saja makan masakan rumah. Masakan saya sendiri atau ambil di dapur umum pesantren kami. Oh..ya.. Kami tinggal di Pondok. Pak Kyai kami memberi hunian minimalis yang nyaman di sini. Kadang k...

Day 3

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 3 Siang terasa terik, panasnya membuat setiap orang terbakar. Aku tetap berjalan, sembari menahan rindu pada kemewahan, pada ibu, ayah dan.... Shafita. Berkelebatan pikiran untuk menyerah menghantuiku, menggodaku untuk balik kanan dan berlari menuju rumah yang ku rindu. Tapi... Hati kecilku menolaknya. Entah desa apa yang sudah aku masuki saat ini. Mungkin aku masih berada di perbatasan Jawa Tengah. Kuputuskan untuk istirahat sejenak di sebuah surau terdekat yang kulihat. Surau ini seperti sudah lama dibangun, kentongan tua bertengger di depan, dindingnyapun sudah banyak yang terkelupas, beberapa genteng sudah terlihat pecah di sana sini, lantainya hanya terbuat dari semen biasa yang diratakan dan sudah mengkilap. Udara dingin menyergapku saat kumasuki surau ini. Surau yang terletak di pojokan sebuah daerah yang sepi penghuni. Di depannya terbentang kebon luas yang rimbun dengan aneka pepohonannya. Meskipun beberapa orang tampak berlalu lalang, tapi teta...

Day 2

SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day2 Aku berjalan ke arah timur dengan bekal seadanya. Hanya membawa beberapa pakaian, beberapa rupiah dan air minum secukupnya. Ibu tadi memaksaku membawa kartu kreditnya, dengan diam-diam kukembalikan di laci kamarnya. Ayah membekaliku dengan segudang semangat yang mampu mengisi amunisi keteguhan dalam hatiku. Entah... Akan berakhir ke mana langkahku. Aku hanya mengandalkan hati dan logikaku. Sudah menjelang maghrib, kuputuskan untuk berhenti di sebuah masjid di kawasan Jakarta Timur.  Sudah hampir seharian aku berjalan tapi aku belum juga keluar dari kawasan Jakarta. Mungkin karena aku terlalu lemah untuk bisa berjalan seperti ini, mungkin juga karena  aku terbiasa hidup enak hingga berjalan begini saja aku serasa ingin menyerah, ditambah sekarang aku juga berpuasa. Kuhapus peluhku, merebahkan tubuhku di dalam masjid dan menikmati rasa lelahku serta mengatur nafasku yang tinggal satu-satu sembari memejamkan mataku. Aku tergagap, sentuhan lembut p...

Day 1

Sayap-Sayap Malaikat Besok mulai masuk bulan puasa . Entah... Tiba-tiba keinginan itu muncul begitu kuat. Aku ingin keluar dari zona nyamanku. Mencoba sesuatu yang bisa melatih mandiriku, melatih sabar dan ngempetku . Aku berbinar-binar menyambut rencanaku. Ini akan menjadi pengalaman luar biasa untukku. Menjadi apa aku nanti, biar Tuhan sendiri yang menentukan. Aku ingin mengenal siapa diriku ini? Yang raganya setiap hari kubawa kemanapun tapi tak kukenali sejatinya. Namaku Eza, Raheza Kusuma lengkapnya. Aku dilahirkan sebagai anak tunggal dari keluarga kaya raya yang memberiku segala hal yang aku inginkan.Selama ini aku nyaman saja menjadi seperti ini, bahkan menikmati segala kemudahan yang keluargaku berikan. Orang tuaku juga memberiku kasih sayang yang cukup. Tapi minus pendidikan agama. Ah... Agama apa saja menurutku tak ada bedanya, yang penting kita bisa hidup nyaman dan bersosial yang baik. Begitu yang menjadi pedomanku. Kaya, keluarga utuh dan baik, pintar, dan ganteng. S...

Hari Buruh? Hari apaan itu?

Heran ya... Kok ada hari buruh itu dirayakan? Apa orang-orang itu pada bangga jadi buruh? Udah m arem punya profesi buruh? Merasa cukup sebagai buruh? Siapa yang memprakarsai adanya hari buruh sebenarnya? Pengen tak bejek-bejek deh... Apa Sebenarnya maksud terselubung dengan diadakannya perayaan hari buruh internasional? Agar semua penduduk bumi jadi buruh gitu? Biar nggak ada yang maju gitu? Karena sebuah perayaan itu langsung atau tidak langsung sangat mempengaruhi psikologi masyarakat. Saat dirayakannya hari buruh internasional maka banyak orang memaknai dan mempengaruhi pikiran bawah sadar mereka bahwa menjadi buruh itu baik, dan oke-oke saja. Mereka akan puas berada di posisi buruh. Mereka tidak ingin mempunyai level lebih. Saya curiga jangan-jangan penduduk Indonesia dan banyak orang di belahan bumi ini tidak maju-maju secara finansial, kreatifitas, mental dan pikiran, mungkin ini salah satu sebabnya. Semua orang di program untuk menjadi buruh. Puas sebagai buruh. Dan ga a...