Cerita panas dewasa

Aku tetiba ingin menulis sesuatu yang liar.  Membaca cerpen 25++ di FB tadi membuatku tergoda. Sebenarnya risih sih, takut dosa juga, tapi aku ingin menguji kemampuanku keluar dari zona nyaman.

Bismillahirrahmanirrahim...
Gusti... Ampuni saya yang masih belum cukup umur ini 🤭 untuk mencoba menulis konten dewasa. Meski sedikit takut-takut. 

Ehmm.... Aku mulai ya...
Aku ingin bikin cerpen saja. Tidak usah terlalu panjang tapi cukup menimbulkan getar-getar panas pembacanya.

Bagaimana aku harus mulai? Enaknya pakai sudut pandang yang mana? Aku apa dia? Terus yang jadi starnya cewek apa cowok enaknya? Ehmmm... Cowok aja kali ya? Aku emang dari dulu lebih suka nulis sebagai cowok. Rasanya macho aja gitu. 

Bentar, aku juga belum menemukan nama yang cocok.  Enaknya aku beri nama apa? Tahukan, aku tuh paling susah mencari nama untuk penokohan dalam tulisanku. Kata salah satu pemateri di ODOP tentang menulis fiksi beberapa minggu yang lalu, nama tokoh harus disesuaikan dengan latar belakangnya. Jadi ga bisa sembarangan kasih nama.

Masih soal nama, aku akan menceritakan cowok ini seorang pengusaha sukses yang menjadi Jon Duan yang suka menghabiskan stok gadis di dunia. Hehe... Atau mungkin aku bisa bikin cowok ini idola kampus gitu kali ya? Yang cool, gondrong, wajah mirip oppa-oppa ganteng itu tapi dengan wajah sedikit gelap, karena jujur saja aku ga begitu suka cowok putih banget, kelihatan metroseksual sekali, jadinya aku melihat seperti orang yang nggak suka kerja keras dan lembek kesannya. Nah, cowok kek gitu enaknya dikasih nama siapa? Joko? Nggak mungkin dong, atau Udin? Ish, ga pas juga lah. Ahmad? Junaidi? Nggak oke lah ya... Di daerah tempat tinggalku nama itu adalah orang yang suka angon bebek atau bakul cilok. Masak iya penjual cilok seorang Don Juan?

Aku kasih nama Faisal saja, dipanggil Ical. Aku ambil nama mantanku aja deh, pusing juga cari nama, meskipun mantanku nggak gondrong, dia botak dan putih agak tonggos juga. Aku juga dulu heran kok mau jadi pacarnya? Mungkin karena dia satu-satunya cowok yang mau ajak aku pacaran saat aku kuliah dulu. Cowok lainnya aku malah yang jatuh bangun ngejar mereka. Tapi selalu ditolak karena banyak alasan. Dan aku tak perlu menuliskan apa itu alasannya, nanti kalian iba terhadapku.

Oke... Nama cowok sudah fix. Bagaimana dengan nama ceweknya? Aku ingin menggambarkan cewek ini sedikit sexi dan binal. Tahukan, konten dewasa harus ada binalnya, gimana bisa tidur kalau tanpa binal? Eh, itu bantal ya? #ishgaring

Aku pakai nama Sari aja, nama yang umum dipakai untuk penokohan cerita beginian. Jadi ingat teman SMA ku yang bernama Sari, dia bahenol, putih, wajah oval, bangir, tubuh sexy seperti gitar Spanyol dan cantik, satu kelemahannya. Dia tak pernah mampu mambaca namanya sendiri, atau menghitung jumlah jarinya tangannya sendiri.

Alur cerita, akan kuawali pertemuan mereka di suatu pusat kebugaran yang menjamur di Jakarta. Sama-sama mengagumi tubuh mereka dan berlanjut lebih berani.

Ih... Aku kok begidik sendiri sih, itu berani ngapain mereka woi? Makanya jangan berduaan aja, nanti yang ketiga setan loh. Enak aja! Baru kenal langsung bikin dosa. Udah ah... Mungkin Imronnya kuat, tapi aku takut Iman tak akan kuat. Jadi kita sudahi aja cerita dengan konten dewasa ini. Pamali, nanti kita dikutuk jadi batu.
Selamat malam, have nice dream.

Yulia Tanjung
Nganjuk, 8 Oktober 2019

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP