Eunoia
#eunoia
Dear Diary.
Akhir-akhir ini ada perasaan aneh yang tak biasa di sini. Perasaan nggak nyaman yang membuatku lelah. Kau tahukan perasaab seperti itu kadang muncul di putaran kehidupan seseorang, seperti titik nadzir yang selalu dialami setiap manusia.
Aku tak tahu pasti apa penyebabnya, tapi ini pasti karena ulah hati dan pikiranku sendiri. Kubiarkan hati ini kosong tanpa kendali Yang Kuasa, kudiamkan pikiran tak baik bergelayut.
Tapi Dear...
Aku dulu tak begini.
Aku benci memiliki pikiran tak tenang seperti ini. Hanya karena kesalku pada orang lain, atau karena tak kuberdayakan potensiku untuk melakukan suatu hal yang positif, atau bisa jadi karena rasa malasku yang terlalu lama kutututi.
Kau tahu Dear Diary...
Akhir-akhir ini, aku lebih sering mendengarkan hal tak baik, hingga mengotori hati dan pikiranku. Aku juga sering membiarkan mulut ini berbicara keburukan orang lain, aku benci mengakui bahwa aku semakin lemah karena hal-hal itu. Aku benci diri sendiri. Aku terlalu memanjakan diri.
Aku ingin diriku yang dulu, Dear...
Yang ceria, yang mudah bangkit dari kemalasan, yang mau belajar hal baru, yang selalu menghindari ajakan orang lain untuk mencela lainnya, dan yang tegas dalam hal tak baik yang menyerangku. Hal tak baik yang datang dari diriku sendiri.
Dear Diary...
Aku sangat tahu bahwa pikiran baik dan indah akan membuat nyaman hati dan perasaan kita. Aku rindu itu.
Dear...
Bantu aku untuk bangkit, mengembalikan hal baik yang Tuhan berikan untukku.
Yulia Tanjung
Nganjuk, 25 Oktober 2019
Komentar
Posting Komentar