Wisata Desa Tani Betet


Nganjuk bergeliat. Tak seperti dua kota tetangganya, Nganjuk tak memiliki destinasi tempat berbelanja modern seperti mall, plaza yang banyak dikunjungi di era ini. Tapi untuk destinasi wisata alam, Nganjuk memiliki banyak tempat menakjubkan yang wajib dikunjungi. Meskipun tak banyak yang terekspos media, tapi Nganjuk adalah kota angin yang banyak memiliki tempat wisata yang indah dan murah. Sebut saja Roro Kuning, Air Terjun Sedudo, dan yang baru-baru ini menjadi perbincangan warga adalah Wisata Desa Tani Betet. 

Tempat ini baru didirikan belum genap dua tahun oleh warga Betet Tanjunganom Nganjuk. Potensi sungai yang berada di ujung desa betet dan dikelilingi persawahan memunculkan ide bagi warganya untuk mendandaninya sedemikian rupa sebagai hiburan warganya. 

Ini merupakan sungai kecil yang kanan kirinya dihias beberpa macam bunga yang warna warni dan ditumbuhi beberapa pohon kersen sebagai perindang sekeliling sungai. Kemudian warga mendirikan spot-spot selfie yang terbuat dari kayu dan bambu di beberapa tempat menjadikan muda-mudi yang gemar pamer diri di sosmed menyukai wisata ini. Selain murah, banyak warung makanan yang murah meriah menjadikan tempat ini semakin ramai dikunjungi. 

Yang menjadi daya tarik utama Wisata Desa Tani Betet adalah adanya wahana prahu dan sepeda kincir yang bisa manfaatkan untuk keliling sungainya. Biaya untuk wahana ini hanya tiga ribu rupiah saja. Murah meriah dengan dua putaran mengelilingi sungai. 

Warga Betet mengkreasikan tong bekas untuk membuat perahu sederhana dan bisa dimanfaatkan untuk wahana sungainya. Sepeda kincirnya juga dibuat warga Betet dari bahan yang sangat sederhana dan murah. Tidak harus membeli wahana perahu bentuk bebek atau angsa yang mahal itu untuk wahana airnya. Alat sederhana sudah sangat menyenangkan untuk sekedar hiburan yang murah meriah. 

Wisata ini dikunjungi banyak wisatawan meski cuaca terik siang hari. Mungkin karena ini adalah wisata baru yang murah meriah menjadikan penduduk sekitar untuk menjadikan destinasi wisata di akhir pekan. 

Dengan adanya wisata ini, warga terberdayakan. Seperti parkir dan warung-warung makanan akan menjadi sumber penghasilan warga Betet. 

Meskipun tempatnya terpencil dan masih ala kadarnya, tapi tempat ini layak untuk dikunjungi tiap akhir pekan bersama keluarga tercinta. Tak merogoh kocek dalam dan sangat menghibur. 

Sepertinya Wisata Desa Tani Betet ini akan terus mengembangkan diri menjadi wisata khas Nganjuk yang semakin digemari warga sekitar, terbukti lahan-lahan sekitar sudah mulai terlihat banyak gazebo dan persiapan banyak tanaman untuk pengembangan wisata selanjutnya. 

Ah, tak perlu jauh untuk piknik bersama kekuarga. Dari Warujayeng hanya butuh 15 menit untuk sampai. Seru bukan?  Harus di coba 


Yulia Tanjung
Nganjuk, 20 Oktober 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP