Jambore Literasi
Mumpung masih sangat anget aku ingin nulis sekarang juga.
Mungkin Tuhan membuatku banyak mengikuti kelas menulis untuk menggiringku menuju ini. Menghidupkan literasi di daerah tempatku tinggal. Nganjuk.
Berawal dari grup KBM yang membuatku kenal salah satu founder Kopling (Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk) dan membuatku kenal banyak orang keren di sini.
Ada Pak Eko yang juga merupakan anggota Kopling dan aktif menulis di ODOP yang share kegiatan Jambore Literasi yang digagasnya. Dia memang penggiat literasi yang getol menyuarakan berbagai kegiatan yang digagasnya yang sering tak kuacuhkan. Karena kupikir aku tak mungkin bisa mengikutinya karena jadwal dan kegiatanku di pesantren yang belum aku optimalkan.
Minggu ini waktuku sedikit longgar karena di pondok anak-anak sedang ada LDKS untuk pengurus KSP (OSIS) baru untuk tahun ajaran 2019/2020. Maka kusanggupi untuk hadir di acara Pak Eko sebagai peserta. Tapi ternyata guru BP/BK di MTsN 2 Nganjuk yang merupakan sekolahku dulu ini menodongku untuk menjadi pemateri. Aku bukannya minder atau takut. Cuma shock aja, karena aku tak terbiasa dengan acara dadakan tanpa rencana yang matang. Apa yang akan aku sampaikan, apa yang akan aku bawa, tools apa yang aku perlukan.
Tapi Pak Eko meyakinkan, acaranya hanya ice breaking, penyampaian sedikit materi tentang fiksi dan non fiksi dan sharing bersama peserta, sesimple itu. Juklak juga tak ada. Ish... aku meragukan acara ini. Tapi, ya sudahlah, aku buat santai seperti yang diminta Pak Eko.
Acara ini digelar di Taman Pandan Wilis Nganjuk. Jujur, meskipun aku orang Nganjuk, tapi masih banyak tempat wisata ala Nganjuk yang belum aku tahu. Karena aku memang pendatang dari Sidoarjo.
Hari ini tiba, dan aku menyambutnya dengan suka cita. Sampai sana tepat pukul 07.30 sesuai prediksiku. Dengan bantuan Google Map perjalanan mulus. Di sana sudah ada beberapa panitia yang datang termasuk Pak Eko dan Pak Win. Dua anggota KOPLING yang juga ditembak Pak Eko untuk menjadi pemateri, Yunita dan Lilis sudah ditempat sejak 30 menit yang lalu. Meitanti sedikit terlambat. Ya, Pak Eko mengambil lima pemateri dari KOPLING yang diyakini sanggup membawa para peserta tertular keranjingan menulis seperti kami. Yang bener saja, Kami ditulari para master sepeti Mbak Nova, Mas Dewa dan beberapa yang lain. Bagaimana dengan kami? apa sanggup menyebar virus kepada para peserta?
Aku awalnya pede dan tenang, mendadak ikut bingung dan panik melihat ketiga temanku yang lain yang tiba-tiba membuat grup sementara untuk cara Jambore ini. Tapi aku yakin mereka hanya menutupi kelebihan mereka. Wong mereka itu hebat, kok!
tepat pukul 08.00 acara dimulai, panitia mengumpulkan kami untuk pembukaan. Kami kaget karena pihak Perpusda hadir membuka dan memberi sambutan sekaligus sosialisasi aplikasi e-pusda yang harus kita unduh jika ingin keren, hehe... begitu jargonnya.
Hadir pula dari BKKBN dengan pesan kepada para peserta untuk menyelipkan pesan-pesan anti narkoba buat anak didik kami.
Kemudian acara inti dimulai pukul 09.00. Empat puluh orang peserta berkumpul dalam sebuah lingkaran. Dipandu Meitanti dan Pak Win semua peserta saling memperkenalkan diri. Mereka seru dan kocak.
Aku dibuat kaget ternyata peserta datang tidak hanya dari guru BP/BK di MTs Nganjuk , tapi datang juga dari Tulungagung, Kediri, Mojokerto, dan Madiun. Semangat dan solid sekali mereka ini. Misinya hanya satu mencerdasakan anak bangsa dengan karakter yang baik.
Mungkin Tuhan membuatku banyak mengikuti kelas menulis untuk menggiringku menuju ini. Menghidupkan literasi di daerah tempatku tinggal. Nganjuk.
Berawal dari grup KBM yang membuatku kenal salah satu founder Kopling (Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk) dan membuatku kenal banyak orang keren di sini.
Ada Pak Eko yang juga merupakan anggota Kopling dan aktif menulis di ODOP yang share kegiatan Jambore Literasi yang digagasnya. Dia memang penggiat literasi yang getol menyuarakan berbagai kegiatan yang digagasnya yang sering tak kuacuhkan. Karena kupikir aku tak mungkin bisa mengikutinya karena jadwal dan kegiatanku di pesantren yang belum aku optimalkan.
Minggu ini waktuku sedikit longgar karena di pondok anak-anak sedang ada LDKS untuk pengurus KSP (OSIS) baru untuk tahun ajaran 2019/2020. Maka kusanggupi untuk hadir di acara Pak Eko sebagai peserta. Tapi ternyata guru BP/BK di MTsN 2 Nganjuk yang merupakan sekolahku dulu ini menodongku untuk menjadi pemateri. Aku bukannya minder atau takut. Cuma shock aja, karena aku tak terbiasa dengan acara dadakan tanpa rencana yang matang. Apa yang akan aku sampaikan, apa yang akan aku bawa, tools apa yang aku perlukan.
Tapi Pak Eko meyakinkan, acaranya hanya ice breaking, penyampaian sedikit materi tentang fiksi dan non fiksi dan sharing bersama peserta, sesimple itu. Juklak juga tak ada. Ish... aku meragukan acara ini. Tapi, ya sudahlah, aku buat santai seperti yang diminta Pak Eko.
Acara ini digelar di Taman Pandan Wilis Nganjuk. Jujur, meskipun aku orang Nganjuk, tapi masih banyak tempat wisata ala Nganjuk yang belum aku tahu. Karena aku memang pendatang dari Sidoarjo.
Hari ini tiba, dan aku menyambutnya dengan suka cita. Sampai sana tepat pukul 07.30 sesuai prediksiku. Dengan bantuan Google Map perjalanan mulus. Di sana sudah ada beberapa panitia yang datang termasuk Pak Eko dan Pak Win. Dua anggota KOPLING yang juga ditembak Pak Eko untuk menjadi pemateri, Yunita dan Lilis sudah ditempat sejak 30 menit yang lalu. Meitanti sedikit terlambat. Ya, Pak Eko mengambil lima pemateri dari KOPLING yang diyakini sanggup membawa para peserta tertular keranjingan menulis seperti kami. Yang bener saja, Kami ditulari para master sepeti Mbak Nova, Mas Dewa dan beberapa yang lain. Bagaimana dengan kami? apa sanggup menyebar virus kepada para peserta?
Aku awalnya pede dan tenang, mendadak ikut bingung dan panik melihat ketiga temanku yang lain yang tiba-tiba membuat grup sementara untuk cara Jambore ini. Tapi aku yakin mereka hanya menutupi kelebihan mereka. Wong mereka itu hebat, kok!
tepat pukul 08.00 acara dimulai, panitia mengumpulkan kami untuk pembukaan. Kami kaget karena pihak Perpusda hadir membuka dan memberi sambutan sekaligus sosialisasi aplikasi e-pusda yang harus kita unduh jika ingin keren, hehe... begitu jargonnya.
Hadir pula dari BKKBN dengan pesan kepada para peserta untuk menyelipkan pesan-pesan anti narkoba buat anak didik kami.
Kemudian acara inti dimulai pukul 09.00. Empat puluh orang peserta berkumpul dalam sebuah lingkaran. Dipandu Meitanti dan Pak Win semua peserta saling memperkenalkan diri. Mereka seru dan kocak.
Aku dibuat kaget ternyata peserta datang tidak hanya dari guru BP/BK di MTs Nganjuk , tapi datang juga dari Tulungagung, Kediri, Mojokerto, dan Madiun. Semangat dan solid sekali mereka ini. Misinya hanya satu mencerdasakan anak bangsa dengan karakter yang baik.
Kemudian kami masuk dalam kelompok kecil yang terdiri dari delapan orang guru BP/BK. Aku dapat kelompok lima. Terdiri dari tujuh ibu dan satu bapak, yang ternyata guruku dulu saat aku sekolah MTs. Hehe... Jadi temu kangen.
Perkenalan singkat lagi karena aku tipe orang yang tidak mudah menghapal nama orang. Kemudian aku buat ice breaking yang sederhana. Tapi seru. Sambung kata dengan lagu 'sedang apa', lagu yang masa kecil kami sering permainkan.
Setelah itu aku tanya pada peserta apakah literasi itu? Apa pula referensi itu? Dan apa perbedaan keduanya? Mereka menjawab dengan sangat baik, diplomatis dan percaya diri.
Bahwa literasi adalah kampuan menulis seseorang dari apa yang mereka baca, dengar, lihat dan simak.
Referensi adalah sumber bacaan yang kita perlukan untuk membuat sebuah literasi.
Literasi diikuti kata sifat 'tinggi', jika seseorang memiliki kemampuan berliterasi yang baik. Seperti: Wah, anak itu literasinya tinggi sekali.
Beda dengan literasi, kata sifat yang mengikuti kata referensi adalah 'banyak', seperti: Sebanyak apa referensimu untuk makalah ini?
Kemudian sesi berikutnya kami hanya saling share buku apa yang paking berkesan di hati yang bisa diukas di sini? Siapa penulisnya dan berkisah tentang apa?
Dari sharing ini, banyak sekali pembelajaran kehidupan yang bisa kami petik dan tancapkan dalam hati tentang pola asuh anak, tentang pendidikan karakter dan hikmah kehidupan. Luar biasa.
Ah, ini sih aku sama sekali bukan pemateri di sini. Aku bahkan tak memberi apa-apa pada mereka. Justru cerita inspiratif mereka banyak menggugahku di sini. Aku sangat berterimakasih.
That was amazing event I ever joint. Dan aku bertekad akan berjuang untuk dunia literasi di sekolahku, sebisaku.
Aku juga kan berjuang untuk literasi Nganjukku. Karena aku yakin ini tujuan Tuhan membuatku masuk di ODOP, KOPLING, KBM, dan KPFI.
Aku cinta literasi.
Nganjuk, 19 Nop 19
Yulia Tanjung
Mantap Nganjuk, semoga literasi ya semakin menggelora
BalasHapusYes... Ceritakan giat literasi di daerahmu juga...
HapusKeren mbak.. semangat selalu
BalasHapusMakaksih
HapusSemangat menyebarkan virus literasi ❤️
BalasHapusSemangaaat...
Hapus" ... yang sering aku acuhkan ..." kata acuh, artinya peduli xixixi. Mungkin maksudnya "sering aku abaikan", ya, Mbak?
BalasHapusMeluncur edit, makasih ya...
HapusSenangnya bisa ikut dalam banyak kegiatan literasi ya mbak
BalasHapusIya .. seneng bgt... Berasa bermanfaat bagi jusa dan bangsa. Atdaah.... 🤭
HapusKegiatan yg positif mb Yulia, inspiring
BalasHapusCeritakan punyamu...hehe
HapusPertama, aku sampaikan selamat dan sungguh keren karena sudah berani sharing ilmu. Yang kedua, kalau bisa, untuk posting liputan kayak gini, sertakan beberapa foto, biar kami para pembaca makin tertarik.
BalasHapusApapun, mbak Yulia memang keren. Salut ^^
Siaaap..... auto edit.. hehe
HapusHaha, aku telat. Peace 🙈
BalasHapusKeren lho kamu, Mbak Yulia. Jadi ikut semangat
Rumah kamu paling jauh keknya 🤭
HapusLiterasy carnaval is so hype yaa
BalasHapusKeren mbak. Membaca tulisan mbak, rasanya saya semakin terpacu dan semangat untuk belajar menulis 🤗
BalasHapusYang benar BNNK kakak bukan BKKBN
BalasHapus#semangat
pemgalaman yang menarik kak
BalasHapusTerima kasih sharing berkesannya mba 🙏
BalasHapusKeren sekali mba acaranya, semoga selalu menularkan kebaikan kepada orang2 di sekitar
BalasHapusSemoga menular semangatnyaa
BalasHapusNyimak bu.. mugi2 saget nular kemanfaatan dan ilmunya
BalasHapusSalam semangat Bu
BalasHapusWah keren sekali mbak
BalasHapusKeren
BalasHapusaku juga cinta literasi. semangaat Mbak, tidak ada yang kebetulan kenapa masuk ODOP atau komunitas menulis lainnya
BalasHapusMantap mbak... Jngan lupa mampir ke blog ku hdheheh
BalasHapus