Amanat Bapak Kyai dalam Upacara Civitas

Kesadaran Hamba

Proses yang harus dijalanai dalam kehidupan adalah dengan tertatanya organisasi diri, memanage diri pribadi. Langkahnya: menyadari posisi, kesadaran sebagai fungsi, kesadaran atas sebuah fakta kehidupan sebagai awal langkah memproses diri lebih baik. Orang yang menyadari fakta dirinya, di mana dirinya, fungsinya, maka dia bisa memposisikan diri di mana saja. Kesadaran antum fuqoro.

Kesadaran fakta.

Kita hamba Allah. Seorang hamba yang sadar akan Tuhannya, menjalankan tujuan untuk menuju Tuhan. 

Sadar fakta berkaitan dengan  keorganisasian, saat menghadapi, kita bisa melihat apa yang bisa kita perbuat. Saat kita tidak sadar fakta, adanya mengeluh, tidak bisa bergerak dengan lincah, dikungkung masa lalu, bangga dengan ras dan keturunan, itu berarti kita tidak sadar fakta, biasanya orang seperti ini suka menyesali masa lalu. 

Cara menerimanya, abaikan masa lalu. 

Orang yang dendam dengan masa lalu, biasanya suka dengan pencitraan diri. Mencari nama dan perhatian untuk menutupi keburukannya, untuk memuaskan dirinya, untuk dapat merendahkan yang lainnya.

Percaya, kita sangat berharga. Bagi Tuhan, bagi lingkungan, bagi kita semua.

Tuhan mengajak berfikir, karena Tuhan membenci orang yang tidak memakai nalar. 

Orang yang bisa menghadapi fakta adalah orang yang berfikir rasional dengan nalar yang tinggi. Kemampaun merencanakan yang masuk akal. 

Jangan pernah merasa memiliki kewajiban dan hak diluar fungsi dan batasan kita, itulah orang yang mengendalikan fakta.

Terkungkung masa lalu, terlalu mengidolakan artis adalah salah satu ciri bahwa kita tidak bisa mengendalikan fakta. Orang seperti ini biasanya merasa bangga atas apa yang dia punya, itu akan jadi bumerang buat sendirinya sendiri

Ambil mana yang baik, hindari apa yang buruk.

Hadapilah fakta dengan baik. 
Kita bertanggung jawab terhadap diri kita untuk berproses untuk menjadi orang yang selalu berkembang optimal. Indikatornya adalah keadaan dan komunitas di lingkungannya. 

Kita bertanggung jawab terhadap diri dan lingkungan kita masing-masing.

Kenyamanan dalam berkomunikasi adalah tanda lingkungan yang baik. Saat komunikasi berjalan baik, itu menunjukkan bahwa setiap individu di suatu komunitas itu berkembang. 

Sebaliknya, meskipun prestasi baik tapi komunitas tidak berjalan baik, kenyamanan tiap individu tidak baik, maka itu sesungguhnya lingkungannya tidak berkembang.

Saat ada yang lucu, dan kita melihat, jangan tertawakan, jangan ada bully maka akan tercipta kenyamanan dalam lingkungan itu dari hal sekecil itu, tapi akan berpengaruh besar untuk diri kita dan lingkungan.

Jangan takut salah, jangan malu ditertawakan, jangan bingung dengan kesalahan. 

Saat kita tidak mudah menertawakan, maka kita siap berkembang, memiliki respon dan peduli yang baik. Selain, kita tahu orang ini relax saat ditertawakan.

Jangan pernah merasa tiap orang memperhatikan kita. Itu lucu dan konyol. Ekstrimnya, itu bodoh!

Jangan pernah merasa iri dan dengki saat melihat keberuntungan orang lain, saat melihat orang lain dapat belajar lebih baik. Juga jangan marah saat diingatkan. Karena kepemimpinan itu adalah saat kita ditegur dan mau menerima. 

Pimpinanlah diri kita dulu, maka kita bisa memimpin orang lain. Begitu rumusnya.

Perbaikan diri kita, maka lingkungan juga akan baik. Itu formulanya.


Upacara Civitas Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (POMOSDA)

Nganjuk, 20 Nop 19

Komentar

  1. Rumus sederhana yang seringkali dilupakan, memimoin diri sendiri dahulu sebelum memimpin orang lain...😊😊😊

    BalasHapus
  2. Bener mbak.. fokus dengan tujuan. Sebagai bukti ketaatan pada Allah

    BalasHapus
  3. Terimakasih mbaa remindernya.
    Hal paling berat memang melupakan masa lalu ya. Inilah yang biasanya jadi penghambat untuk menatap masa depan.

    BalasHapus
  4. Kadang lebih suka melihat orang lain daripada melihat diri sendiri dalam cermin kehidupan ini. Amanat ini sungguh sangat bermanfaat duhai Mbak, terima kasih ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP