lomba kreatory yang bikin pontang panting

Ada lomba kepenulis cerpen yang bikin aku ngiler, selain hadiahnya, temanya tentang cinta yang mudah membuatku memutuskan untuk ikut. 

Aku belum pernah mengikuti perlombaan apapun sejak aku aktif menulis ini. Mungkin support senior di grup Kopling membuat nyaliku bangkit. 

Dulu saat sekolah aku malah lebih berani ikut lomba kepenulisan atau mengirim tukisanku di media cetak. Tapi entah, umur semakin tua semakin penakut. So, terimakasih untuk para senior KOPLING yang mulai membuatku berani mengirim naskahku yang ecek-ecek ini. 

Deadline tanggal pendaftaran dan pembayaran 14 November kemarin padahal aku tahu sehari sebelumnya, tanpa pikir panjang aku daftar dan transfer biaya pendaftaran seharga 40.000 rupiah itu. 

Deadline cerpen dikirm seminggu setelah itu. Aku menulis sebuah cerpen dengan judul Reinkarnasi. Ternyata sulit. Ini adalah cerpenku yang pernah kutulis saat SMA dulu yang entah dimana sekarang tulisan itu. Aku mencoba mengingatnya dan menuliskannya kembali. 

Ternyata aku tipe orang yang tak bisa menulis sesuatu yang sama lebih dari sekali. Padahal aku ingat betul alur cerita  cerpenku itu, tapi aku malah menuliskan alur yang sangat berbeda. 

Kalau dulu latarnya di Eropa, ini aku menuliskannya dengan setting tempat keraton Surakarta. Dengan budaya jawa yang kental.

Alurnyapun sangat berbeda. Dan aku menikmati alurku ini. Hanya saja aku banyak browsing tentang Keraton Surakarta, banyak browsing tentang apa saja yang berhubungan dengan Surakarta. Bahkan aku mengambil Pangeran Paundrakarma yang merupakan Pangeran Surakarta itu sebagai pemerannya. Aku meminjam sosoknya dengan imajinasiku.

Ternyata cerpen itu belum selesai dan sudah mencapai 10 halaman. Padahal alurnya masih belum bisa dihentikan tiba-tiba karena akan ancur nanti ceritanya. Dan panitia lomba membatasi cerpen hanya 5 halaman. 

Aku frustasi. Akhirnya aku mengambil cerpen lamaku di blog untuk aku edit dan memutuskan untuk mengirimkannya saja. Tapi setelah aku baca lagi, Oh My God...ini sangat datar, konfliknya sama sekali tak asik, ini cerita standart. Aku ingin yang beda. 

Padahal hari pengiriman terakhir adalah 21 November 2019. Aku galau.

Kemudian aku memutuskan mengambil cerpen yang niatnya aku buat untuk antologi RWC, biar saja. Aku ambil ini. Jika nanti aku harus mengcancelnya di RWC aku akan lalukan. Maaf ya Mas Lutfi. Aku ambil ini untuk lomba kreatory. Jika nanti di keputusan juri cerpenku tak layak masuk untuk jadi pemenang atau tidak ikut dibukukan, maka akan lanjut di RWC, hehe. Tapi doakan menang ya...dan aku akan ganti cerpennya untuk antologi RWC.

Lagian pengumuman lomba kan sampai Desember saja. Sedang antologi RWC belum ada kepastian. Boleh ya...para panitia RWC? 

Karena aku benar-benar tak punya cadangan lain untuk lomba ini.  

Dan, doakan aku menang lomba ini ya... Agar aku bisa berlibur ke pulau Jeju. Agar sekali saja aku pernah ke luar negeri. Hehe....
Amiin....

Komentar

  1. Antologi RWC kayaknya udah proses cetak mba. Hihi
    Semoga menang ya mba. Aamiin

    BalasHapus
  2. Mbak, untuk penulisan judul boleh pakai huruf besar semua atau huruf kapital di depan, sepertinya itu masih huruf kecil semua. Mohon maaf ya Mbak saya koreksi

    BalasHapus
  3. Mbak, untuk penulisan judul boleh pakai huruf besar semua atau huruf kapital di depan, sepertinya itu masih huruf kecil semua. Mohon maaf ya Mbak saya koreksi

    BalasHapus
  4. Mbak, untuk penulisan judul boleh pakai huruf besar semua atau huruf kapital di depan, sepertinya itu masih huruf kecil semua. Mohon maaf ya Mbak saya koreksi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP