thank you sania part 3
Rasanya malas sekali melakukan papun hari ini. Penolakan Sania malam minggu kemarin benar-benar menyerap habis semangatku yang biasanya meletup-letup. Rasanya aku cowok yang sama sekali tak punya kelebihan apa-apa. Sebenarnya Sania tidak salah sih menolak cintaku. Dia tak mungkin menghianati sahabatnya, Eva. Aku juga masih resmi sebagai pacar Eva. Pelajaran Biologi hanya lewat saja di pikiranku. Dari tadi aku hanya mencoret-coret halaman akhir buku tukisku dengan satu nama. Sania. Setelah bel istirahat berbunyi, aku bergegas mamasukkan semua bukuku di dalam tas dan keluar kelas dengan cepat setelah guru biologi menutup kelasnya. Sampai di kelas IPA2, aku celingukan mencari sosok kecil dengan kucir kuda yang sedang ingin aku temui. Tak ada, Kelasnya kosong hanya tinggal dua pasang kekasih yang sedang ngobrol serius. "Eh, kok sudah kosong kelasnya?" Mereka berdua menatapku yang heran. Padahal bel istirahatkan baru saja terdengar. "Jam 3-4 kosong tadi." Mereka komp...