Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

MLM itu...?

Ah, jadi tergoda menulis pengalaman saya ikut MLM gegara membaca seseakun di FB yang sedang ramai. MLM, tahukan apa itu MLM?  Mukti Level Marketing Tergoda ikut MLM baru tahun ini. Tepatnya Mei 2019.  Dari dulu banyak yang menawarkan berbagai MLM. Tapi sama sekali tidak menggoda. Iming-iming yang ditawarkan justru membuat semakin ogah menjamahnya. Rasanya kok terlalu muluk-muluk janji yang ditawarkan, sedang di keluarga, aku tidak dikenalkan dengan banyak janji-janji. Dan aku takut gagal. Uang sudah keluar tapi hasil tidak sesuai yang kita harapkan. Karena kebanyak seperti itu bisnis MLM itu, kan? Tapi saat itu, aku sudah banyak baca tentang sistem marketing dari banyak sumber. Aku juga lebih jeli untuk membaca sistem MLM yang baik dan bagus. Aku diajarkan Bapak Kyai tentang membaca sistem MLM yang baik. Salah satunya, jika MLM itu bagus, dia akan berumur panjang. Minimal 5 tahun. Selain itu, MLM yang baik tidak selalu 'memaksa' membernya untuk TuPo atau Tutup Point, MLM yang ...

Review Novel Wigati

Judul buku : Wigati Penulis : Khilma Anis Tahun terbit :  Cetakan II Januari, 2018 Penerbit : Telaga Aksara, Jogjakarta Jumlah halaman : 276 halaman ISBN : 978-602-60400-9-1 Novel fiksi berjudul Wigati ini dengan apik mampu menuangkan dua hal dari ranah berbeda, kisah cinta dan kisah sejarah Jawa, ditambah bumbu drama pergulatan batin. Seorang gadis remaja Jawa sebagai seorang santri putri di sebuah pondok pesantren salafi yang bernuansa wingit dan kuno. Kehidupan sehari-hari para santri di sebuah pesantren salaf, saat mengaji kitab, hafalan surat, memasak di dapur umum, mencuci di sumur, bahkan saat  takziran  atau hukuman, dan pengajian akbar dalam rangka hari lahir pondok dikisahkan dengan alami dan detail. Pembaca dibuat seolah-olah berada di dalam lingkungan pondok pesantren. Buku karangan Khilma Anis ini berkisah tentang Wigati, seorang santri perempuan yang memiliki kelebihan berupa kemapuan berkomunikasi dengan makhluk astral. Ia memiliki kepribadian tertutup dan ...

KEBUTUHAN KEPEMIMPINAN BANGSA INDONESIA.

KEBUTUHAN KEPEMIMPINAN BANGSA INDONESIA. 70 tahun lebih  k emerdekaan bangsa Indonesia telah di deklarasikan. 20 tahun lebih reformasi telah digulirkan. Namun hingga saat ini berbagai masalah masih membelit bangsa Indonesia. Di bidang politik, hukum, negeri ini laksana raksasa rapuh. Masalah kepemimpinan menjadi perhatian utama. Pemimpin yang menjadi problem solver diharapkan lahir dari rahim ibu pertiwi. Apalagi saat ini, kondisi sekarang dimana demonstrasi mahasiswa terjadi dimana-mana, yang inti permasalahannya adalah perihal kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memihak kepada rakyat, kembali lagi inti permasalahannya adalah pemimpin. Bahkan demonstrasi pun mulai mengarah penurunan presiden, dengan kata lain adalah masalah kepemimpinan bangsa. Betapa beratnya menerima dan mempercayai pemimpinnya sendiri, sebuah ironi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Untuk itu, mengagendakan dan memetakan problem pemimpin dan kepemimpinan nasional seharusnya menjadi h...

lomba kreatory yang bikin pontang panting

Ada lomba kepenulis cerpen yang bikin aku ngiler, selain hadiahnya, temanya tentang cinta yang mudah membuatku memutuskan untuk ikut.  Aku belum pernah mengikuti perlombaan apapun sejak aku aktif menulis ini. Mungkin support senior di grup Kopling membuat nyaliku bangkit.  Dulu saat sekolah aku malah lebih berani ikut lomba kepenulisan atau mengirim tukisanku di media cetak. Tapi entah, umur semakin tua semakin penakut. So, terimakasih untuk para senior KOPLING yang mulai membuatku berani mengirim naskahku yang ecek-ecek ini.  Deadline tanggal pendaftaran dan pembayaran 14 November kemarin padahal aku tahu sehari sebelumnya, tanpa pikir panjang aku daftar dan transfer biaya pendaftaran seharga 40.000 rupiah itu.  Deadline cerpen dikirm seminggu setelah itu. Aku menulis sebuah cerpen dengan judul Reinkarnasi. Ternyata sulit. Ini adalah cerpenku yang pernah kutulis saat SMA dulu yang entah dimana sekarang tulisan itu. Aku mencoba mengingatnya dan menuliskannya kembali....

niche untuk blogku

Kata seseorang, marketing itu semudah tersenyum. Orang bisa senyum, pasti bisa marketing. Iya nggak sih? Dari pernyataan itu aku jadi ingin belajar tentang marketing karena aku suka berbisnis, sedang merintis bisnis online kecil-kecilan yang semoga akan meraksasa suatu hari nanti dengan modal ilmu marketing yang mumpuni.  Ketika anda punya produk kemudian menawarkannya pada orang lain dan orang itu membelinya anda hanya berjualan saja, tapi saat anda punya produk, anda menetapkan harganya, anda menganalisa pasarnya, anda menyalurkan ke tangan ke dua anda, anda menjaga kualitas produknya, itu adalah marketing.  Marketing adalah sistem penjualan yang anda lakukan agar produk yang kita ciptakan bisa tersebar dan banyak dikenal orang.    Itu definisi marketing yang aku pahami. Sebenarnya aku nggak banyak tahu tentang sistem marketing. Referensiku tentang itu juga terbatas. Mungkin nanti aku akan menulis apa yang aku lakukan di bisnisku yang masih bau kencur ini, juga beb...

Amanat Bapak Kyai dalam Upacara Civitas

Kesadaran Hamba Proses yang harus dijalanai dalam kehidupan adalah dengan tertatanya organisasi diri, memanage diri pribadi. Langkahnya: menyadari posisi, kesadaran sebagai fungsi, kesadaran atas sebuah fakta kehidupan sebagai awal langkah memproses diri lebih baik. Orang yang menyadari fakta dirinya, di mana dirinya, fungsinya, maka dia bisa memposisikan diri di mana saja. Kesadaran antum fuqoro. Kesadaran fakta . Kita hamba Allah. Seorang hamba yang sadar akan Tuhannya, menjalankan tujuan untuk menuju Tuhan.  Sadar fakta berkaitan dengan  keorganisasian, saat menghadapi, kita bisa melihat apa yang bisa kita perbuat. Saat kita tidak sadar fakta, adanya mengeluh, tidak bisa bergerak dengan lincah, dikungkung masa lalu, bangga dengan ras dan keturunan, itu berarti kita tidak sadar fakta, biasanya orang seperti ini suka menyesali masa lalu.  Cara menerimanya, abaikan masa lalu.  Orang yang dendam dengan masa lalu, biasanya suka dengan pencitraan diri. Mencari nama dan ...

Jambore Literasi

Mumpung masih sangat anget aku ingin nulis sekarang juga. Mungkin Tuhan membuatku banyak mengikuti kelas menulis untuk menggiringku menuju ini. Menghidupkan literasi di daerah tempatku tinggal. Nganjuk. Berawal dari grup KBM yang membuatku kenal salah satu founder Kopling (Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk) dan membuatku kenal banyak orang keren di sini. Ada Pak Eko yang juga merupakan anggota Kopling dan aktif menulis di ODOP yang share kegiatan Jambore Literasi yang digagasnya. Dia memang penggiat literasi yang getol menyuarakan berbagai kegiatan yang digagasnya yang sering tak kuacuhkan. Karena kupikir aku tak mungkin bisa mengikutinya karena jadwal dan kegiatanku di pesantren yang belum aku optimalkan. Minggu ini waktuku sedikit longgar karena di pondok anak-anak sedang ada LDKS untuk pengurus KSP (OSIS) baru untuk tahun ajaran 2019/2020. Maka kusanggupi untuk hadir di acara Pak Eko sebagai peserta. Tapi ternyata guru BP/BK di MTsN 2 Nganjuk yang merupakan sekolahku dulu i...

Dream? It's a bullshit!

Masa depan adalah apa yang kau lakukan hari ini.  You know why ? Karena masa depan ditentukan atas apa yang kau lakukan saat ini.  Kadang orang terlalu berhayal tentang masa depan. Padahal masa depan tidak untuk dibayangkan. Masa depan bukan sekedar jargon ' Tomorrow must be better than today'.  Masa depan itu bukan ramalan  guys!  Masa depan itu ditetapkan masa ini, sekarang, setiap detik dari apa yang kita lakukan saat ini.  Kenyataan ini kadang lolos dari pengamatan setiap orang, mereka merancang tentang masa depan yang hebat tapi tak melakukan apapun. Itu berhayal namanya. Dan itu menghancurkan kita,  guys !! Yups, mimpi akan menghanguskan kita, membuat kita babak belur. Jadi jangan pernah bermimpi. Ekstrim memang, karena kebanyakan dari kita nasih suka mimpi, terlalu asik dan terlena oleh mimpi. Bahkan ada yang terang-terangan berujar, 'bermimpilah setinggi langit', duh...itu merusak masa depan kita. Ada yang keberatan? Oke, kita ubah istilahnya. ...

dijodohkan part 16

DIJODOHKAN part 16 #DIJODOHKAN16 Kolab #BintangYulia Pov Sonya/Nayala Jogja selalu sukses mendatangkan memori dan kesan mendalam di benak siapa saja. Energi kuat daerah istimewa ini mampu membius setiap pendatang atau penduduk aslinya untuk tetap tinggal dan tak ingin beranjak. Kemisteriusannya menciptakan gelora magic yang tak tampak mata.  Desa Wisata Candran merupakan sebuah desa wisata bernuansa alam pertanian tradisional. Ayahku dilahirkan di sini dari orang tua hebat seperti kedua mbahku yang mendidiknya dengan tegas sekaligus manis. Ayah dikenalkan sejak masih dalam kandungan bagaimana menjadi petani, setidaknya petani mandiri untuk kebutuhan keluarganya sendiri, begitu cerita mbahku.  Jiwa bertanamnya memang didapat dari lingkungan kecilnya yang sangat menjunjung tinggi pertanian sehat dengan pola kuno tanpa pestisida dan semua dari alam.  Meskipun ayah seorang pengusaha, tapi dunianya adalah bertani. Rumah kami di Jakarta bisa begitu asri dan sejuk karena tangan ...

Terlambat Tapi Berharga, thank you ODOP

Masa-masa ODOP usai. Dua bulan seperti berlalu begitu cepat.  Aku memang tak terlalu memforsir tenaga dan pikiran di event ini. Targetku hanya satu.  Belajar komitmen menulis tiap hari selama dua bulan untuk diriku sendiri dengan wadah event ini.  Aku jarang sekali BW (Blog Walking) di tulisan anggota yang lain, jarang nyimak group. Aku bahkan sering tertinggal materi dan Ayu Safitri juga Meitanti yang rajin menjawab pertanyaanku saat aku tanya, tema apa minggu ini?  Bedah tulisan di tiap minggunya juga jarang kuikuti. Aku akan baca setelah benar-benar free atau moodku baik di hari berikutnya.  Aku bukannya terlalu sibuk, aku hanya tak pintar memanage waktu dan moodku. Aku terlalu mengejar hal yang remeh temeh dan meninggalkan hal besar. Istilah jawanya ' mburu uceng kelangan deleg'. Aku hanya ingin menulis tanpa beban selama dua bulan itu. Karena di RWC aku begitu stress dan sangat terbebani dan berat sekali menuangkan ide dalam sebuah tulisan. Bodoh memang. Ak...

Dijodohkan part 15

#DIJODOHKAN Part 15 POV Sonya "Hai, kamu sudah sadar?"  Suara itu menyadarkanku jika aku sedang berada di tempat yang asing. Pelan kubuka mata dan mendapati bayangan serba putih di sekitar meskipun masih samar kulihat. Bau obat-obatan semerbak menerpa indra penciuman yang semakin membuat kepalaku pening.  "Kamu tak sadarkan diri dari kemarin." Seorang berwajah asing mendekatiku sambil mengatur sesuatu di atas kepalaku. Selang infus? "Di mana ini?" "Kau pingsan di taman kota dalam keadaan menyedihkan. Dan seseorang membawamu ke sini," jawab pria berkacamata yang sekarang berdiri tepat di samping brangkas.  Aku mengerjab, mengingat bahwa aku memang lari dari rumah dengan hati terluka, kecewa dan rasa sakit di tubuh bagian bawah.  Tiba-tiba tangisku tumpah, mengingat perlakuan Bang Alvin kemarin. Memang itu haknya, tapi aku benci karena dia melakukannya dengan marah, seperti hewan, tanpa belas kasih, tanpa cinta. Dan aku sangat kecewa. Sejak itu, ak...

Wisuda ODOP

Gambar
Para senior di group KOPLING (Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk) itu pinter banget  'ngiklanin' tentang ODOP (One Day One Post) hingga kami bisa begitu tertantang harus bisa masuk komunitas itu.  "Yang bisa tembus ODOP nggak akan nyesel deh, banyak pembelajaran tentang kepenulisan dan literasi di sana. Jangan kaget kalau gabung di situ tetiba bisa bikin buku sendiri." Begitu kata salah satu alumni ODOP sekaligus senior di KOPLING mas Heru Sang Mahadewa, Pak Winarto Sabdo, Mbak Novarina Dian Wardani, yang menggawangi terbentuknya KOPLING ini.  Dengan iming-iming begitu, siapa yang tidak ngiler coba? Apalagi didukung mereka memiliki prestasi luar biasa di kepenulisan yang nggak bisa diremehin. Dengan modal itu juga dukungan mereka serta keluarga, aku nekad menjebloskan diri di ODOP. Bermula di RWC atau Ramadhan Writing Challenge yang mewajibkan kita menulis setiap hari di bulan Ramadhan dengan tema yang berbeda di tiap harinya.   Nggak mudah, tapi asik...

Kesan di ODOP

Kesanku di ODOP cuma satu kata. N Y E B E L I N...!!! Udah... Selanjutnya artikan sendiri. Aku sebel pokonya sama ODOP nih, kenapa nggak dari dulu tahunya?

Fadhli Sang Pujangga

Gambar
Mamo-Zein, sebuah novel seni terlaris dari Timur Tengah yang ditulis Ramadhan El Bauthy Najida Kailani adalah novel favorit pria dengan nama lengkap Nur Al Fadhli ini. Dari bacaan yang dipilihnya saja bisa mudah ditebak bahwa pria yang biasa disapa Fadhli ini adalah seseorang yang romantis dan pandai berpujangga. Yup! Pria ini penggila puisi. Beberapa puisinya bertengger menjadi juara 1, 2, 3 dalam ajang bergengsi tingkat nasional. Bahkan karyanya juga sudah wara-wiri dimuat di redaksi Suara Rakyat dan tulis.me yang bergengsi itu. Keren kan? Ada sebuah mitos menyebutkan bahwa orang sastra akan sulit menyentuh dunia exact atau ilmu pasti dan sebaliknya, orang yang suka hitung-hitung akan sulit bersajak.  Tapi mitos itu sama sekali tak berlaku bagi pemuda yang dilahirkan 25 tahun silam ini. Terbukti dengan banyaknya karyanya di dunia per-puisi-an  tapi dia juga mampu mengajar Matematika di sebuah SMA Swasta di Jakarta.  Nembus komunitas FLP bukan pekara yang mu...

Thank You, Sania part 5 (end)

THANK YOU #TY5 Part 5 (end) Pukul 19.34.  Rasanya jam segini tidak terlalu sorekan jika aku sudah sampai di halaman rumahnya? Halamannya yang apik sudah mulai tertutupi gelap malam. Tapi cukup menyita konsentrasiku dengan banyaknya tanaman sayur yang di beberapa blok suda siap panen, dan di beberapa blok lain yang baru muncul tunasnya.  Aroma sejuk juga masih bisa kurasakan saat kucoba menghirup nafas sebanyak-banyaknya untuk menghalau kegugupan di hati.   Kucoba mengetuk pintu rumah. Rumah ini bukan seperti rumah yang baru dibangun atau baru dibeli. Bukannya Sania pendatang baru? Bukannya dia pindah sekolah ke sekolahku karena dia juga baru di kota ini? Tapi mengapa halaman dan tanaman ini sama sekali tak menampakkan pemiliknya adalah pendatang baru. Ah, aku akan tanyakan ke Sania nanti. Pintu dibuka. Senyum ibunya menyapaku. Aku ikut tersenyum dan mencium tangan beliau.  "Nak Dewa, to? Ayo masuk sini." Aku melangkah masuk dan duduk di kursi yang terdekat denga...

THANK YOU, SANIA part 4

THANK YOU #TY4 Part 4 Liburan menjelang Ujian Nasional. Hanya 3 hari tapi cukup untukku memendam rasa rindu. Aku seperti tak bisa bernafas tanpa melihat Sania. Gadis itu bagai candu yang menggerogoti pikiranku.  [Malam ini aku ingin ke rumahmu], tulisku di pesan wa Sania. Terlihat tanda centang warna biru. Tapi dia tak membalas.  Dengan gusar kuletakkan gawai yang dari tadi kupegang. Tak lama ada suara notifikasi. Pasti Sania menjawab. [Wa, jalan yuk!] Eva mengirimkan pesan. Seperti tahu kekasihnya ini sedang tak memikirkannya. [Maaf, Yang. Udah terlanjur ada janji besok. Lain kali aja ya!], jawabku tanpa ingin meneruskan chatting. Meletakkan smartphone dengan hati dongkol dan mencoba terlelap meski hari masih terlalu sore untuk seorang pemuda yang biasa begadang sepertiku. **** Sania suka membaca. Kuputuskan untuk pergi ke Gramedia untuk membeli satu atau dua buku untuk bekalku ngobrol dengannya malam ini. Dia pasti terkesan jika aku nyambung apa yang dia omongin.  Aku b...