Miss Uun

Aku bertemu pertama dengannya di pertengahan tahun 2004, di sebuah kursusan bahasa Inggris di Pare, dia pendirinya, sebuah institut kecil yang saat itu lebih fokus mendalami grammer.
Uun Cahyani, semua memanggilnya Miss. Uun. Wajahnya biasa saja, tanpa polesan make up sama sekali hingga mengesankan pribadi yang cuek, tegas dan nyungkani didukung statusnya sebagai pendiri lembaga yang saat itu terkenal dengan master-master grammernya. Dia hanya mengajar di kelas level ke 4, kala itu kami menyebutnya "high claas", lembaga yang dia dirikan memang hanya memiliki empat program khusus grammer yang tiap levelnya memiliki perbedaan tingkat kesulitannya. Setiap naik ke program berikutnya pasti ada placement test tiap minggunya. Dan hanya sedikit yang bisa tembus test itu tiap minggunya. Itulah yang membuat lembaga binaannya menjadi terkece di grammernya.

Miss. Uun membuat SMART lembaga binaannya seperti kandang yang dindingnya terbuat Dr bambu, tapi memiliki suasana yang nyaman dan kekeluargaan.
Bulan pertama aku belajar di SMART aku mencoba placement test untuk langsung naik di program ke dua "pre-class". Miss. Luluk, salah satu pegawainya yang menjadi instruktur kelas, ada 20 orang yang harus berkenalan satu persatu di dpn kelas, dan kami semu harus mengingat nama dan asal seluruh anggota kelas esoknya, kalau lupa satu orang saja maka kami harus mentraktir satu kelas. Ternyata ini berlaku di tiap kelas di tiap program, memang ini yang dirancang pendirinya untuk memupuk kekeluargaan. Kami diajarkan saling menolong dan kerja sama, tidak ada kecurangan dalam bentuk apapun saat final test atau placement test, semua pengajarnya lucu, gokil dan gila. Ternyata itu jg bentukan dari sang pendiri SMART. aku membayangkan wajah Miss. Uun rasanya kok ga mungkin orang ini isa ngelucu seperti Miss. Luluk, Mr. Rahmat atau Mr. Afdhol.

Tapi....
Saat aku naik di Mid-class yang biasanya dipegang Mr. Siapa gitu aku lupa namanya, kali itu Miss. Uun sendiri yang pegang. Ini di luar kebiasaan. Dan wow, benar kata mereka, Miss. Uun Rajanya gokil, dia lebih usil, lebih aneh dan lebih-lebih yang lain.

Seketika aku jatuh cinta padanya. Dia bercerita tentang masa sekolahnya, dia bercerita tentang sebab dia berjalan tidak sempurna, dia bercerita tentang masa titik nadzirnya saat stroke membuat kakinya tidak bisa berjalan sempurna, kemudian masa kebangkitannya dari keputusasaan. Yup, dia telah berhasil merenggut hati kami, cinta kami, mengobarkan semangat kami.

Aku tidak begitu dekat saat itu dengannya, tapi setelah peringatan ulang tahun SMART yang selalu dirayakan dengan renungan malam mengelilingi api unggun, kemudian aku menyumbangkan sebuah puisi yg diiringi petikan gitar seseorang yg aq tdk bgt kenal, dia memeluk ku sambil menangis...dia menciumi pipiku setelah selesai kubacakan puisi ku...dia semakin membuatku jatuh cinta....aku tak ingin pergi Dr SMART kala itu, aku masih harus ikut placement test untuk naik ke "high-class" agar aku bisa sebulan lagi bertemu Miss Uun, menyimak apa yg diajarkannya. Tapi aq harus pulang ke Nganjuk Krn Embah ibu putri wafat, aku ingin kembali ke pare tapi aq harus kuliah. Maka aku kemudian melupakan segalanya yg ada di Pare, di SMART....
Hingga di tahun ini, beberapa bulan sebelum bln Ramadhan. Aku melihat sosok yg sangat aku rindukan itu berjalan menuju dapur pondok bersama suami dan anaknya...aku memekik memanggil namanya, dia menoleh dan takjub melihatku kemudian kupeluk dia dg tangisan bahagia... kebahagiaan yg tak bisa ku ungkap dg kata kata. Tuhan memang memilih hambaNya yg terbaik, dia slah satu org terbaik yg pernah aq kenal...Tuhan akan memberi jalan bagi hambaNya yg ingin mengenalNya menuju kepadaNya...Miss Uun telah mjd murid Bapak, sodara sinorowedi ku...

Dan kini...setiap sehabis ngaji aq selalu mendengarkan apapun cerita nya, ttg sejarah, pola asuh anak, ttg buku2 yg dia baca dan lain2. Aq ttp menjadi pendengar setianya, meskipun kali ini bkn ttg grammar lagi, dan kali ini aq pendengar tunggalnya...aq semakin betah berlama-lama dg nya. Dia spt perpustakaan jalan...apapun dy nyambung, dan banyak yg tdk aku tahu sebelumnya dan aku tahu darinya
Saat pertama aku main ke rumahnya beberapa nln lalu. Aq terheran-heran... rumahnya berdinding buku... rak buku lengkap dg buku beraneka ukurannya, di rumahnya tdk ada tontonan, tdk ada suara radio. Hiburan keluarganya adalah buku...bahkan anaknya yg masih kelas 4 SD dlm satu Minggu bisa melahap 4 buku cerita atau 10 lebih komik anak2.
Spt dulu saat aq di SMART, dia membudayakan sistem musyawarah di lembaganya, sistem sharing, dan dg keluarga kecilnya pun dia menanamkan sistem musyawarah walau yg di bahas hanya 'spending their holiday' atau kesepakatan uang saku untuk anak semata wayangnya.

Kalau kebanyakan kami memanggil Beliau dg 'Bapak', dia memanggil Beliau dg Guru. Pemahamannya ttg Aguru-Guru berlipat-lipat lebih dalam Dr pd aq yg udh tahunan si sini, dia...setahun aja blm genap.
Dia mengajariku bagaimana kesederhanaan, sikap menghargai, bagaimana membaca dan menulis yg baik, berfikir dlu sebelum berkata, dan yang lain...
Kalau dulu cita-cita kami adalah bagaimana mjd ahli bahasa Inggris, skrg cita-cita kami bagaimana menjadi murid yg pinter bersyukur, bagaimana belajar itu sebenarnya...
Terimakasih Bapak...telah mempertemukan Miss Uun kembali,
Semoga kami semu sll dlm rengkuhan Bapak....syafaat Bapak...
Amiin...

Yulia Tanjung
Nganjuk, 21 September 2019

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP