Puisi Cinta
Aku selalu mabuk dengan kata
Frasa yang terangkai penuh rayu
Klausa bak nyanyian malam menjerang bintang laksana puisi rindu
Kemudian menjadi kalimat yang melumat rasa dan ragaku
Hingga timbul rasa sendu
Entah pada siapa tertuju
Haru yang menyeruak seumpama dandelion yang berpendar
Meronakan langit senja yang merayu hati tuk mencinta
Siapa pemilik kata itu?
Yang juga Sang Empu Jagad Raya
Pemegang Cahaya Langit dan Bumi
Kata adalah Cahaya
Kemudian datang cahaya itu
Sinaran, menyusup hasrat
Melintasi dunia yang penuh kegelapan
Laku yang tak sadar akan angkara
Dia masuk ke dalam relung terdalam
Mencahayai netra, dada juga isi kepala
Menuntunnya kepada cinta dan rasa kepada pemiliknya
Cinta itu sederhana
Tak perlu menghitung seringnya berjumpa
Tak butuh mendengar indahnya suara
Hanya sebuah ikatan janji antara hamba dan wakilNya
Kemudian tangis berpendar
Seperti bayi yang baru dilahirkan
Karena berjumpa dengan Cahaya keabadian
Hanya satu kata suci
Satu bisikan pada telinga kiri
Yang menjadi rahasia langit
Yang menjadi ikatan suci
Hanya satu kata
Kata yang mengawali segalanya
Aku pengagum kata
Aku tahanan makna
Aku pemahat frasa
Pemuas klausa
Pendamba sajak nan memuja....
Yulia Tanjung
Nganjuk, 13 september 2019
Aku selalu salut untuk penulis puisi
BalasHapusWow .....🤩🤩🤩
BalasHapus👏 Keren Kak
BalasHapusCinta oh cinta
BalasHapus"janji antara hamba dan wakilNya". Poin banget ini kata:)
BalasHapusAda muatan filsafatnya yaa dalan puisi ini.
BalasHapusDan saya harus berjuang untuk belajar berpuisi🤭
BalasHapus