Cinta Pertama

Aku merasakan cinta itu sejak pertama mengenalnya, karena dia memang tak pernah berusaha menutupi rasa itu padaku, dan pria itu adalah cinta pertamaku. Banyak perubahan hidup, kedewasaan, pola pikir yang diajarkan. My eyes too wide opened couse of you.

Dia pula yang menjadikan aku terbuka, ceria dan tak pernah tanggung mengekspresikan rasa bahagia, kasih sayang kepada yang lain. Dan dia tak pernah cemburu.

Banyak dongeng klasik yang kudapat darinya. Dongeng indah yang syarat makna dan pelajaran. Pria ini juga suka bersenandung di sampingku, bersenandung dengan suara indahnya di setiap aktivitas, mengajak alam dan sekitarnya menari dan bernyanyi. Itu membuatku semakin jatuh cinta, hingga kupikir tak ada pria lebih baik darinya. Rasanya tak ada pria hebat, pria jenaka, pria rimantis dan pria bijak sepertinya di dunia ini. Ah, mengingat segala kisah itu sesak dadaku karena rindu.

Tahun berlalu. Lingkungan dan keadaan menjauhkan kami. Ada banyak hal yang membuatku lupa bahwa ada seorang pria yang selalu mendambaku, mengharapkan kedatangaku, mendengar celotehku dan mendekapku penuh cinta.

Menanyakan kabarpun sudah jarang kulakukan, aku terlalu sibuk dan larut ke dalam dunia baru. Dia menyendiri, bahkan cenderung menghindariku katena merasa tak kubutuhkan.

"Kau sudah mulai melupakanku" protesnya suatu hari, yang kujawab dengan gelengan serta gelayut mesra pada lengannya, mencoba meyakinkan padanya bahwa aku masih tetap peduli padanya. Tapi nyatanya, aku memang mulai tak peduli padanya. Teknologi, teman bahkan pria lain dalam yang datang telah menyita perhatianku penuh atasnya.

Dia tersenyum paham. Mungkin dia mengerti, ini fase dalam hidupku.
***

"Kuserahkan dia padamu, jaga dia. Kau tak boleh melukainya. Aku mencintainya sepenuh hati, jangan kau sia-siakannya"

Pria di samping ku mengangguk sambil menjabat tangannya.

Matanya merah, dilepas kacamatanya dan mengusap sudut matanya sembari berbalik melangkah menjauhi kami berdua.

Aku berlari mengejarnya, memeluknya dari belakang dan menangis di balik punggungnya. Rasanya berat sekali melepasnya, aku mencintainya. Dan aku baru sadar bahwa cinta di matanya tak pernah padam untukku. Meskipun aku sering melupakannya, tak memperdulikannya, mengabaikannya, tapi dia adalah cinta pertamaku.

"Jangan sampai keyakinanku hilang untuk menyerahkannya pada pria yang kau pilih. Percayalah... Dia mencintaimu seperti aku mencintaimu"

Dibaliknya tubuh kurusnya dan memelukku lama. Aku semakin terisak.

"Semua yang harus aku katakan sudah kukatakan pada suamimu, dan aku mempercayainya, dia akan menjagamu"

"Ayah... Aku mencintaimu Ayah..."

"Kau tak akan pernah bisa membayangkan anakku, betapa besar cinta ayah untukmu" dan pria yang mulai renta ini mencium keningku lama.

I love you, dad...

I LOVE HER FIRST

Look at the two of you dancing that way
Lost in the moment and each other's face
So much in love, you're alone in this place
Like there's nobody else in the world

I was enough for her not long ago
I was her number one, she told me so
And she still means the world to me
Just so you know

So be careful when you hold my girl
Time changes everything, life must go on
And I'm not gonna stand in your way

I loved her first
I held her first
And a place in my heart will always be hers

From the first breath she breathed
When she first smiled at me
I knew the love of a father runs deep
And I prayed that she'd find you someday
But it's still hard to give her away

I loved her first
How could that beautiful woman with you
Be that same freckled face kid that I knew?

The one that I read all those fairy tales to
And tucked into bed all those nights
And I knew the first time I saw you with her
It was only a matter of time

I loved her first
I held her first
And a place in my heart will always be hers

From the first breath she breathed
When she first smiled at me
I knew the love of a father runs deep
And I prayed that she'd find you someday
But it's still hard to give her away
I loved her first

From the first breath she breathed
When she first smiled at me
I knew the love of a father runs deep
Someday you might know what I'm going through
When a miracle smiles up at you
Yeah, I loved her first

Yulia Tanjung
Nganjuk, 16 September 2019

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP