The Countess

THE COUNTESS

Aku mengerjapkan mataku. Menatap sekeliling dengan kaku. Pusing yang teramat menyerangku. Aku mendesis. Tiba-tiba seseorang menghampiriku. Mata hazelnya menatapku dengan enggan. Bibirnya menyunggingkan senyum terpaksa.

"Are you awake?". Aku berusaha bangkit duduk. Melihat orang-orang yang mengelilingiku dengan wajah cemas.

Banyak keganjilan kurasa. Aku serasa asing dengan ini semua. Orang-orang yang mengaku keluargaku memanggilku dengan nama yang bukan namaku. Pria asing yang mengaku suamiku. Apa sebenarnya yang terjadi?

"After from Korea we'll go straight to your home, your mother's waiting for us". Aku di Korea? Di rumah sakit Korea?.

"Remember, you are Liana, the Countess of Earl  Dominique Marquess". Countess? Aku seorang istri dari seorang Earl? Bangsawan tingkat ke tiga di Britania Raya?Aku masih tidak bisa mencerna semua yang terjadi.

"At home, you don't have to say much, they know you've had an accident. They'll
understand".  Aku merasa mual. Mungkin efek bius.

"I... I need to the bathroom". Dengan sigap pria asing ini mengantarkanku ke kamar mandi. Membiarkanku masuk sendiri.

Aku berdiri mematung di depan cermin wastafel, tidak mengenali perempuan yang berdiri di depanku. Wajah putih dengan hidung mungilnya. alisnya begitu indah dan rapi. Bibir kecil kemerahan membuat keseluruhannya tampak begitu cantik terlihat. Kuraba wajah asing itu. Ini bukan wajahku. Aku sama sekali tak mengenalnya. Rambut lurus dan legam ini memang milikku, tapi ini bukan aku.

"Liana... Are you okey? Why are you so long, there?". Aku terhenyak, kemudian bangkit berjalan menuju pintu.

"This is not me". Ucapku saat keluar kamar mandi sambil menyambut uluran tangannya untuk membantuku berjalan.Pria asing yang memanggilku tadi menyambutku dan menggandengku menuju ranjang rumah sakit.

"I'm sorry... But from now on you are Liana, my wife".

Aku menggeleng. Aku bukan Liana. Seingatku, aku berada di London untuk pertukaran pelajar antar negara. Aku mahasiswa di Imperial College London.   Aku adalah Mela Putria. Putri Bapak Dermawan Sasongko dan Ibu Maharani Sasongko dari Jakarta. Aku sedang naik taksi menuju ke London Heathrow Airport untuk mudik lebaran tahun ini. Aku ingin pulang ke tanah air setelah dua tahun tidak mudik lebaran. Kemudian tiba-tiba taksi yang aku tumpangi mengalami kecelakaan. Setelah itu aku tak ingat apapun.

"But... my name is Mel...". Lelaki ini mencengkeram lenganku sakit. Mendekatkan wajahnya dengan sorotan mata menakutkan.

"Listen me, Mela was gone. You are Liana like I told you before". Kemudian dia mengambil telepon genggamnya, mengarahkan front camera di depanku.

"Look... Your face is Liana. There is no more about Mela". Kalimat penutupnya menjelaskanku semua. Aku diubah menjadi seseorang yang sama sekali tak kutahu oleh seseorang yang juga tak kukenal. Aku ingin menjerit... Aku ingin pulang.
***

"It's your room. And beside this is mine.
We'll sleep apart before you're fully recovered". Pria di depanku ini kemudian menuntunku menuju sebuah kamar megah nan luas bercat biru laut yang menenangkan. Didudukkannya aku di atas ranjang dengan ukuran king size yang indah. Kuraba kasur di atasnya. Bahan wol halus berwarna piece bergambar bunga sakura nampak sangat menakjubkan. Kelembutan bahannya memanjakan sentuhanku. Aku tiba-tiba ingin tidur di atasnya.

"You need to rest. You must be still jet-lagged. We'll walk around the mansion when you're feeling better". Aku mengangguk, membiarkan pria asing itu berjalan menuju pintu dan menutupnya dari luar.

Kuhempaskan tubuhku pada kasur mewah berwarna kalem ini. Menatap langit-langit kamar yang terang benderang dengan banyak terpasang lampu bergaya modern berukuran kecil di tiap lubang yang ada di sana.

Perjalanan 11 jam dari bandara Incheon Seoul ke Heathrow Airport bersama pria asing yang tiba-tiba mengaku suamiku membuat benar-benar lelah tubuh sekaligus pikiranku.

Rasanya sulit sekali memahami kejadian yang menimpaku. Pria asing yang tiba-tiba menyulapku seperti wanita bule dengan operasi plastik terbaik yang ada di Korea. Mengubahku menjadi mendiang istrinya.

Ingin sekali melarikan diri dari ini semua tapi aku serasa tak berdaya. Dengan wajah baruku ini keluargaku tak akan mengenalmu dan mempercayaiku jika aku pulang nanti. Aku harus mengikuti ke mana skenario Tuhan membawaku.

Kecelakaan itu terjadi sebulan yang lalu antara mobil yang dibawa sepasang suami istri dengan taxi yang aku tumpangi. Kecelakaan berujung maut pada Lady Lianna Abigail Marquess. The Countess of Earl Dominique Marquess, bangsawan tingkat ke tiga di Britania Raya.

Nyawa Sang Lady tidak bisa diselamatkan. Akupun dalam keadaan koma dengan dirawat di rumah sakit yang sama, karena penduduk sekitar serta polisi di sana membawa kami di rumah sakit terdekat dari tempat kejadian.

Aku juga belum memahami apa alasan Lord Marquess dengan paksa menjadikanku pengganti istrinya. Apa karena pria itu sangat terpukul dengan kepergian Sang Lady? Atau karena kami berada di tempat yang sama saat kecelakaan?. Aku belum memiliki gambaran apapun.

Bersambung

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP