Day 29
MINI CERPEN
@lutfiyan28
@lisa_pingge
@ivieth_mutia
@komunitas.odop
@emakguru_
#rwcodop2019
#onedayonepost
#day29
#komunitasodop
SEMUA GARA-GARA HILAL
Namaku Cintia, wanita berumur 30 tahun dan memiliki dua putra yang ganteng-ganteng dan lucu. Suamiku seorang mekanik bengkel yang dia dirikan sebelum kami menikah. Memiliki 3 pekerja di hari biasa. Kalau ramai tambah pekerja borongan. Kami menikah sudah 11 tahun.
Beberapa waktu yang lalu, aku dan suami sempat bersitegang karena suatu hal. Ada teman priaku yang aku makcomblangi dengan teman wanitaku. Kami akrab, dia sering minta saran aku bagaimana agar nih cewek bisa klepek-klepek sama dia, dan mau jadi istrinya. Aku memberi saran ala kadarnya. Teman priaku ini dasarnya gila kerja, jadi nggak pernah pacaran, dia baru nyadar kalau dia udah kepalang 30 umurnya dan belum nikah. So, dia minta aku nyariin calon dan banyak minta saran bagaimana merebut hati seorang wanita.
Aku juga jujur sama suami kalau aku sering chat sama temanku ini. Aku ceritakan pula apa yang kami obrolkan. Bahkan aku bebaskan suamiku membaca isi chat semua teman-temanku. Suamiku juga sering buka-buka WA dan dan grup-grup yang aku ikuti.
Sampai suatu hari sang suami meragukan temanku itu. Dia berpikir kalau temanku itu sebenarnya menyukai aku. Makcomblang hanya alibi untuk bisa selalu chat denganku. Oh iya....nama temanku Hilal. Dia keturunan Arab India, pintar bahasa inggris. Aku memang suka ngobrol sama dia karena sekalian untuk melatih bahasa inggrisku karena aku guru bahasa inggris SD dekat rumah dan seneng dengan bahasa inggris. Suamiku sempat meragukan kesetiaanku juga katanya aku mulai tertarik dengan temanku itu. Ya ampuun... Pliss deh...
Aku sama sekali tidak tersinggung dengan tuduhan itu. Suamiku curiga itu sudah lama. Tapi dia diam. Dia pikir kalau aku bahagia, dia ikhlas.
Saat dia ungkap semua perasaan yang dia rasa tentang aku dan Hilal, aku menangis. Kasihan sekali suamiku ini. Memendam perasaan sakitnya karena kecurigaannya sendiri. Karena ketakutannya sendiri. Aku meyakinkan bahwa kami hanya teman. Kalau dia ngeyel bahwa Hilal menyukaiku, aku tak banyak mengelak, pria lebih paham. Tapi saat dia juga meragukanku dan dengan sekali penjelasan dia tidak percaya, aku malas menjelaskan lebih banyak. Biar dia lihat sendiri. Biar waktu yang menjawab.
Tak perlu banyak omong ku block nomer Hilal. Tanpa penjelasan sebelumnya. Aku hanya ingin menjaga hati suamiku. Akupun tak bicara pada suami kalau aku sudah memblock nomer Hilal. Malas.
Aku menarik satu pelajaran berharga dari ini. Bahwa meskipun kita merasa aman berchatting sama teman kita, jangan abaikan perasaan suami. Dia mungkin tahu seaman-amannya hubungan pertemanan antara perempuan dan laki-laki yang bukan pasangannya tetap memiliki resiko rawan.
Terimakasih suamiku....
Note: ini adalah tulisan maksa karena sama sekali blank denga keywords HILAL dari adminnya. Peserta yang lain pada nulis hilal pada umumnya. Aku??heheh...kubuat sebagai nama saking blank nya..
Yang penting ada keyword HILAL nya kan? Hehe...
Komentar
Posting Komentar