NAD_1

#30HariMenulis2019_hari_1
#392words

Hwuaaaaaaa.....
Baru tahu pagi ini ada event nulis 30 hari di NAD (Nulis Aja Dulu). Bu Eny jahat banget baru kasih berita pagi ini. Hiks..hiks...nggak pren dia ma aku. Tanpa pikir panjang aku ikutan deh. Padahal nulis di RWC ODOP aja masih keteteran. Pokoke ikut aja lah... Nanti akhirnya di DO nggak papa lah. Xixixi...

Padahal ya...di RWC (Ramadhan Writing Challenge) aja lo aku sering hutang. Hehe..selalu telat setor tulisan. Sekarang harus kirim dua tulisan tiap hari. Bisa? Pasti bisa. Wong cita-cita aja pengen jadi penulis buku best seller. Tapi nulis ditunda-tunda mulu. Haish....

Banyak pelajaran yang aku dapat di RWC dan akan aku terapkan di NAD ini. Ada beberapa kesalahan di sana yang semoga nggak terulang di sini.

Hari ini banyak planning pending untuk NAD. Padahal jadwal aku susun rapi. Pagi-pagi mau olah raga sebentar agar nggak lemas di saat puasa. Habis itu aku berencana setrika, trus mau eksekusi banyak kainku untuk aku jahit. Aku sedang getol belajar menjahit, hari ini mau belajar bikin krah baju. Trus mau ke rumah ortu bantu-bantu bukber bareng keluarga besar. Nah...padatkan jadwalku?tapi demi sebuah cita-cita mulia aku malah mem-pending segala kegiatan untuk menulis. Semangaaattt...

Untungnya suamiku Kim Zanuar sangat mendukung kegiatanku menulis ini. Dia tahu betul cita-cita agungku ingin menelurkan sebuah buku yang akan disusul buku-buku yang lain.

Aku belum tahu banyak dengan komunitas NAD ini. Tapi aku pasti berada di tempat yang tepat.

Anakku yang masih berumur 9 tahun sering protes karena melihat emaknya sering pegang hp tapi dia tak kuizinkan main hp. Butuh perjuangan untuk memahamkan bahwa ibunya yang baik, cantik dan tidak sombong ini sedang dalam misi mulia mewujudkan cita-citanya. Ayo la naaak.... Restui cita-cita ibumu ini. Hehe..

Sebenarnya keinginanku menjadi penulis tidak muluk-muluk kok. Cukup menjadi salah satu best seller book in the world trus novelku diterjemahkan ke dalam seluruh bahasa di dunia habis itu cerita novelku diangkat di layar lebar. Udah...gitu doang. Simple kan? Hehe...

Dan maunya aku akan menyelipkan pesan moral yang aku dapatkan dari Guruku, Bapak Kyai Tanjung tentang bagaimana berkehidupan yang selamat dan menyelamatkan, mewujudkan cita-cita Guruku agar ilmu keselamatan bisa tergelar ke seluruh penjuru dunia. Dengan ridho dan rahmat-Nya tentu saja.

Ehmmmm.... Udah berapa kata ya ini?
Semoga lebih dari 300 kata deh.

Dan... Here I am. Seorang penulis amatiran yang bercita-cita menjadi penulis hebat. Yang akan mengabadikan namanya dalam sebuah atau dua buah atau beberapa buah tulisan yang akan dikenang sepanjang masa.

Bapak....Guru.... Pangestu Bapak selalu hamba harapkan. Restui hamba. Amiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP