Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Review Buku

Gambar
Wah, tantangan kali ini agak berat buatku. Masalahnya aku udah lama tidak membaca buku secara tuntas. Lebih sering baca di wattpad tepatnya. Hehe... Tapi aku mencoba mengingat sebuah buku yang pernah aku baca. 'THE MIRACLE OF ENZYM' Hiromi Shinya. Buku yang luar biasa hebat yang bisa membuka paradigma kesehatan, sistem kekebalan tubuh. Judul Buku      : The Miracle of Enzyme ( Self Healing Program ) Judul Asli         : The Enzyme Factor Pengarang      : Hiromi Shinya,MD Penerjemah    : Winny Prasetyawati Penyunting      : Budhyastuti R.H. Proofreader     : M. Eka Mustamar Kategori           : Non Fiksi Ukuran             : 14.5 X 20.8 Cm Halaman          : 300 halaman ...

Tita

Anakku bernama Tita. Aku ingin memanggilnya dengan nama itu karena mengagumi sosok Tita dalam novel 'Rahasia Dua Hari' yang ditulis Muthmainnah, yang bukunya entah hilang ke mana? Kami memberinya nama Tita agar dia tangguh dan semangat seperti Tita dalam novel itu. Serta kusisipkan doa lain pada nama lengkapnya. Shafira Tazkiya Anindita, Perjalanan Suci yang Sempurna. Kami ingin dia menjadikan perjalanan hidupnya sebagai proses suci yang penuh pembelajaran untuknya menuju keselamatan yang sempurna dan abadi. Mungkin aku bukan ibu yang baik, hingga perkembangan motoriknya lemah, persis sepertiku. Kalau ada bola yang dilempar kepadanya dia akan kesulitan menangkap bola itu. Seperti aku, bahkan di umur yang sudah emak-emak ini aku masih kesulitan menangkap apa pun yang dilempar ke arahku. Dari kecil dia suka dengan dongeng, karena sejak sangat kecil aku sering berdongeng sebelum tidur untuknya. Meskipun mulai kelas tiga Sekolah Dasar aku sudah tidak selalu menuruti keinginannya...

Wanitaku

Kau tahu, rasanya jatuh cinta? Semua orang pasti tahu. Tapi yang aku rasakan jatuh cinta yang salah. Aku telah beristri dan mencintai wanita bersuami. Awalnya biasa saja. Perempuan ini terlihat polos atau mungkin bodoh.  Terlalu jujur dengan kelemahan yang dia miliki. Sebenarnya risih melihat perempuan yang banyak tanya, banyak omong dan terlihat bodoh seperti dia. Aku sering menjadikannya korban bully di setiap kesempatan. Saat dia banyak tanya atau kadang ngomong yang tidak perlu, aku sering menjawabnya sekalian mengoloknya. Dan dia malah tertawa  lepas tanpa beban menjadi korban olokanku. Wanita sepertinya sama sekali bukan tipeku. Apalagi dia pesolek, menyapukan warna merah yang terlalu kentara, juga memakai eye brow dan eye liner. Kata orang itu minimalis, dan cantik tapi aku memang tidak menyukai wanita yang bermake up. Istriku saja selalu kularang memakai make up, dia hanya memoles wajahnya dengan bedak tipis dan warna bibir yang sangat samar terlihat. Kami sering be...

Laraku

Biarkan begini saja Aku hanya sanggup menahan Agar tangis tak pernah lolos dari mata Tapi, untuk kesekian kali kucoba Aku gagal Biarkan seperti ini saja Lara terendap menghimpit Menyaksikan kepongahan hati Menahan sanubari meski mencabik nurani Biarkan ini saja Masa yang akan berkata Melewati jutaan kata dan rasa Mencoba bertahan dengan segenap Indra Merasai hangat kasih Sang Surya Biarkan begini Hanya ini yang bisa menahan Sebuah sesal yang selalu datang belakangan Merindu damai abadi yang sengaja ku tinggal Hanya untuk mengejar indah sesaat Biarkan seperti ini saja Saat hati perih karena kesalahan yang terlanjur Biarkan Langkah ini menuju ke sana Menyeret raga dengan pasrah Menyerahkan hati yang penuh damba Mengharap cinta masih ada di sana Untukku... Biarkan untukku... Hanya untukku... Atas nama cinta... Biarkan untukku...

Aku Ingin Senyumnya

Kutatap nanar dua sosok yang sedang duduk di sebuah cafe yang berada di dalam mall dekat kantor Bang Alvin. Selama sebulan menjadi istrinya, aku tak pernah melihat tawa bahagia seperti yang kulihat sekarang. Bang Alvin dengan ditemani Rania, duduk satu meja menikmati waktu makan siang yang menyenangkan.Tangan Bang Alvin sesekali diusapkannya di atas punggung tangan Rania dengan penuh cinta, dan Rania membalas dengan senyum bahagia. Ini memang terjadi hampir setiap hari.  Mereka bertemu di setiap makan siang. Dan aku dengan bodohnya selalu ingin menyaksikan kemesraan mereka dengan tangis sendiri di lantai atas mall. Di sini aku dapat dengan bebas melihat mereka tanpa mereka tahu.  Aku hanya ingin melihat tawa Bang Alvin. Itu saja. Dan aku bisa melihatnya dengan cara ini. Kubiarkan mereka bertemu, karena jika aku melarangnya, dia akan membenciku. Setidaknya aku tak ingin dia membenciku, aku tak ingin berpisah dengannya, karena aku takkan pernah siap hidup tanpa Bang Alvin. Aku...

Review Produk

Sedang ingin belajar menulis review sebuah produk. Kali ini aku ingin mereview produk kosmetik dari Jafra. Sudah pernah dengar produk Jafra? Jafra diambil dari pendirinya yang merupakan pasangan suami istri yang bernama Jan dan Frank Day yang disingkat menjadi Jafra. Perusahaannya berdiri dari tahun 1956 di Malibu, California Amerika Serikat. Jafra adalah produk premium yang dilengkapi dengan kandungan alami seperti royal jelly, olive oil atau bahan alami lainnya dengan teknologi yang mutakhir dan dengan tingkat higienis yang tinggi menjadikan produk kecantikan ini berani bersaing dengan produk kosmetika lain. Produk unggulannya adalah Royal Jelly Revitalize yang dilengkapi dengan teknologi RJx yang berfungsi untuk mengoptimalkan kerja royal jelly untuk kulit kita. Jafra membedakan produknya untuk kebutuhan kulit wajah yang berbeda-beda. Untuk kulit berminyak, kulit kombinasi yang biasanya lebih berminyak di daerah T dan kering di area wajah yang lain, kemudian ada rangkaian peraw...

Miss Uun

Aku bertemu pertama dengannya di pertengahan tahun 2004, di sebuah kursusan bahasa Inggris di Pare, dia pendirinya, sebuah institut kecil yang saat itu lebih fokus mendalami grammer. Uun Cahyani, semua memanggilnya Miss. Uun. Wajahnya biasa saja, tanpa polesan make up sama sekali hingga mengesankan pribadi yang cuek, tegas dan nyungkani didukung statusnya sebagai pendiri lembaga yang saat itu terkenal dengan master-master grammernya. Dia hanya mengajar di kelas level ke 4, kala itu kami menyebutnya " high claas ", lembaga yang dia dirikan memang hanya memiliki empat program khusus grammer yang tiap levelnya memiliki perbedaan tingkat kesulitannya. Setiap naik ke program berikutnya pasti ada placement test tiap minggunya. Dan hanya sedikit yang bisa tembus test itu tiap minggunya. Itulah yang membuat lembaga binaannya menjadi terkece di grammernya. Miss. Uun membuat SMART lembaga binaannya seperti kandang yang dindingnya terbuat Dr bambu, tapi memiliki suasana yang nyaman...

Aku Adalah Bunglon

Aku tuh seperti bunglon dalam dunia literasi. Saat remaja dan hati mudah berbunga-bunga karena di-senyum-in gebetan, aku suka menulis cerita cinta yang tokoh utamanya aku dan si doi. Jadilah cerpen bergenre 'lebay' versi gadis ingusan yang masih duduk di bangku sekolah. Hehe... Saat si doi ternyata sedang dekat dengan seseorang, maka tulisanku menjadi sebuah prosa rilis yang penuh dengan kesedihan tak terperi seakan bumi sedang tidak berada pada poros yang tepat. Jangan lupa, nulisnya sambil nangis-nangis, kamar dikunci, mogok makan sampai seisi rumah ikutan bingung. Hhmmm...klasik sekali. Dari situ aku jadi cerpenis, bisa menulis cerita fiksi dengan alur yang aku bikin semenarik mungkin adalah kepuasan tersendiri. Aku tak pernah gagal membuat orang yang membaca cerpenku  berteriak sebel atau teriak gemes di akhir cerita. Membuat fiksi romance adalah jagoku saat duduk di SMA dulu. Dan, aku lebih suka dengan sad ending . Menginjak dewasa, aku mulai nyaman menulis fiksi islami....

Wanita Hebatku

Ini loh, inspirasiku. Ibu kami, yang sekarang kami panggil eyang putri karena untuk membiasakan anak-anak kami. Dilahirkan dari keluarga miskin sederhana dengan 12 saudaranya. Ayahnya seorang modin yang nyambi sebagai panglima perang di zamannya. Mbah. Affandi nama ayahnya, ibunya, Muhlisoh, lahir dilingkungan pondok pesantren karena bapaknya seorang pendiri pondok di Plosorejo sana. Kemudian menjadi ibu rumah tangga dengan kerjaan sampingan mengajar ngaji di pondok ayahnya. Ibu kami putri ke 7 yang semasa hidupnya tidak banyak mengenyam pendidikan seperti saudara lainnya, dan pula tidak banyak merasakan pola asuh orang tuanya, karena sejak umur 6-7 tahun, ibuk diasuh pakdenya karena pakdenya kasihan melihat adik perempuannya (ibunya ibu kami) yang mengasuh banyak anak sendirian dengan ekonomi yang pas. Ibu pernah bercerita, saat masih ikut embah ibu tidak pernah kebagian makanan, karena ludes dihabiskan para kakak laki-laki beliau yang sudah remaja dan juga kelaparan. Maka ibu ka...

Bantu Aku

Aku lelah... Ingin rasanya menyerah... Meletakkan segala beban yang kubawa Menyingkirkan gelapnya hati tanpa cahaya Aku ingin berhenti... Meninggalkanmu yang susah dikandani Membawa diri ini diharibaan ilahi Agar hilang sedih yang tak terperi Aku mau bebas... Menyeruak udara untuk bernafas Terbang ringan seperti kapas Mencari indahnya hidup tanpa cemas Bantu aku untuk tinggal Karena kau terlihat janggal Berkata sok intelektual Bersikap selalu formal Menganggap setiap orang bebal Ini bukan mimpiku Melihatmu yang mulai membeku Dengan pikiran yang sedikit kaku Mencerna sesuatu dengan nafsu Berkata lantang tentang 'aku'-mu Bukankah kau dan aku adalah wayang? Yang digerakkan dalang? Hanya kumpulan daging dan tulang Tapi... Rasa yang mengikatmu di hati Yang tak mungkin kutinggalkan sendiri Karena tujuan kita satu mengiringi Bahagia di dekapan Ilahi Saat jasad kita tak lagi berarti Bantu aku... Aku hanya ingin kita satu Menjadi pribadi yang utuh Menja...

Cinta Pertama

Aku merasakan cinta itu sejak pertama mengenalnya, karena dia memang tak pernah berusaha menutupi rasa itu padaku, dan pria itu adalah cinta pertamaku. Banyak perubahan hidup, kedewasaan, pola pikir yang diajarkan. My eyes too wide opened couse of you . Dia pula yang menjadikan aku terbuka, ceria dan tak pernah tanggung mengekspresikan rasa bahagia, kasih sayang kepada yang lain. Dan dia tak pernah cemburu. Banyak dongeng klasik yang kudapat darinya. Dongeng indah yang syarat makna dan pelajaran. Pria ini juga suka bersenandung di sampingku, bersenandung dengan suara indahnya di setiap aktivitas, mengajak alam dan sekitarnya menari dan bernyanyi. Itu membuatku semakin jatuh cinta, hingga kupikir tak ada pria lebih baik darinya. Rasanya tak ada pria hebat, pria jenaka, pria rimantis dan pria bijak sepertinya di dunia ini. Ah, mengingat segala kisah itu sesak dadaku karena rindu. Tahun berlalu. Lingkungan dan keadaan menjauhkan kami. Ada banyak hal yang membuatku lupa bahwa ada seoran...

Sustainable Living

Key words: Basah, Plastik, Macet Sepertinya panitia ODOP memberi tiga key words di atas untuk menggiring kita-kita nulis tentang persampahan, lingkungan atau global warming. Iya ga sih? Itu prasangkaku ya... Okey, kalau ini benar, aku ikutin apa yang diharap pada panitia tercinta. Hehehe... Sedih deh, saat melihat semakin hari semakin banyak sampah plastik yang menumpuk di beberapa daerah di Indonesia. Seperti kita tahu, di tahun 2016 Indonesia tercatat sebagai penghasil sampah terbesar ke dua di dunia setelah Cina. Tahun 2018 Cina berbenah dan Indonesia naik peringkat menjadi negara penghasil sampah nomer satu. Duh, malunya... Kalau lihat beberapa drama Korea, sering kan kita lihat bahwa sampah di negara itu terkelola dengan sangat baik. Setiap rumah memiliki empat wadah berbeda di depan rumah masing-masing. Sampah plastik , sampah basah , sampah kertas dan sampah B3. Setiap rumah mengelola sampahnya sendiri-sendiri dan bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Itu baru okey....

Pecah Dadaku

Aku ingin menceritakan pengalamanku dua tahun yang lalu. Sebenarnya ini perjalanan biasa, tapi ini sangat luar biasa sebagai pengalaman spiritualku. Tentang hati kotorku yang butuh dicuci sampai bersih. Waktu itu kami sedang perjalanan ke Magelang nderek mujahadah di markas Akmil Magelang Di perjalanan sampai daerah Bagor,  mobil mogok,  ngambek tidak mau jalan.  Kemudian para bapak yang terlihat gusar bercampur khawatir mengusahakan sebisanya,  menghubungi mobil sewa yang lain sebagai alternatif,  karena menunggu mobil diservice,  jelas tidak mungkin,  karena perjalanan membutuhkan waktu 8 jam,  dan kami belum keluar dari daerah Nganjuk.  Rasa bosan dan kecewa mulai menggoda nafsuku. Aku hanya bisa mengusahakan agar tidak menjadi amarah bahkan sampai terlontar dari mulutku. Kemudian aku mencoba buka WAG yang ada. Keluarga mengabarkan kondisi Eyang Kakung.  Semakin mak tratap. Duh, Bapak...Bisakan hati ini, lesan ini untuk...

Puisi Cinta

Aku selalu mabuk dengan kata Frasa yang terangkai penuh rayu Klausa bak nyanyian malam menjerang bintang laksana puisi rindu Kemudian menjadi kalimat yang melumat rasa dan ragaku Hingga timbul rasa sendu Entah pada siapa tertuju Haru yang menyeruak seumpama dandelion yang berpendar Meronakan langit senja yang merayu hati tuk mencinta Siapa pemilik kata itu? Yang juga Sang Empu Jagad Raya Pemegang Cahaya Langit dan Bumi Kata adalah Cahaya Kemudian datang cahaya itu Sinaran, menyusup hasrat Melintasi dunia yang penuh kegelapan Laku yang tak sadar akan angkara Dia masuk ke dalam relung terdalam Mencahayai netra, dada juga isi kepala Menuntunnya kepada cinta dan rasa kepada pemiliknya Cinta itu sederhana Tak perlu menghitung seringnya berjumpa Tak butuh mendengar indahnya suara Hanya sebuah ikatan janji antara hamba dan wakilNya Kemudian tangis berpendar Seperti bayi yang baru dilahirkan Karena berjumpa dengan Cahaya keabadian Hanya satu kata suci Satu bisikan pa...

Habibie oh Habibie

Seperti ungkapan seorang teman. Otak Habibie.. Itulah yang aku kenal saat SD tentang standard jenius bangsa ini. Hingga jadi bagian dalam lirik lagu Omar Bakrinya Iwan Fals. Dan sejak itulah aku mencoba menggali jauh tentangmu . Penasaran dengan Nurtaniomu. Kebetulan ada dua omku keterima bekerja di sana, aku selalu ingin masuk ke dalam pabrik pesawatmu, IPTN. Perlahan, makin ingin mengenalmu. Penasaran tentang di mana kamu studi. Jerman. Mimpi-mimpiku tentang negeri indah dan penuh orang cerdas menggiring langkahku. Perlahan tapi pasti, aku bisa mengunjungi kampus tempatmu menimba ilmu bersama Romo Mangun, di kampus sederhana RWTH. Kampus tak mewah gedungnya tapi di situ gudangnya manusia jenius seluruh dunia. Wow...rasanya seperti mimpi. Melintasi kampusmu di Aachen. Perlahan, rasanya aku tergiring makin mendekatimu. Kagum dan bangga tentang visimu pada bangsa ini. Aku pun masih merasa mimpi saat mendapat undangan acara penganugerahan  penghargaan dari AJI. Engkau hadir di s...

Perempuan-Perempuan Jatuh Cinta (Day two ODOP Batch 7)

Perempuan adalah pemilik Penjaga hati dengan apik Pelukis hidup meski pelik Perangkai ulung meski kadang picik Perempuan juga kosmos Mengikat kuat jutaan kosmis Dia tahu, hidup tak lagi berporos Tapi dia bertahan meski histeris Umpama sajak kerinduan Biarkan dia memberi senyuman Bercengkrama dengan dedaunan Menciumi segala rayuan Tak apa kau lukis dia Atau kau patri cintanya Menghiburnya dengan sajak sederhana Mendambanya meski tanpa raga Dan kita adalah jiwa Yang lahir dari rahimnya Terpatri utuh dalam raga Digenggam ruh dan rasa Tercipta bersama Sang Surya Mencintainya kadang menyiksamu Karena kerja cinta memang begitu Terendap indah tanpa kita mau Bahkan dilengkapi dengan lagu dan rindu Saat cinta terjalin Perempuan menjadi pengrajin Pemahat kata seindah liontin Perajut cinta bak heroin Perias rasa meski tanpa cermin Hingga tersesat dalam rumitnya labirin Yah... Perempuan Pendamba Cinta *** Surabaya, 10 September 2019

Tips dari Mastah (day one ODOP batch 7)

Hai Odopers... Ish, Senangnya berada di sini. Hari yang dinanti untuk post perdana kita di ODOP Batch 7. Kemampuan kita diuji di sini gaes, kita bisa lanjut sampai akhir apa enggak? Pasti semua berharap nggak akan ikut gugur di tengah medan perang yang panjang ini kan? Di sini akan aku bagi kiat-kiat untuk tetap bertahan nulis setiap hari di ODOP Batch 7 ini yang aku dapat dari beberapa saran dari alumni ODOP yang hari ini mengajak kami kopdar di grup literasi dan kepenulisan di daerah kami, Nganjuk Jawa Timur. Kang Heru, aku memanggilnya Mas Dewa. Ga usah ditag lah namanya biar dia ga ge-er hehe... Dan beberapa aku ambil dari beberapa orang lain yang ga kalah kece dengan doi. Begini tipsnya 1. Jangan forsir tenaga dan ide di awal. Di RWC ODOP kemarin aku sudah bikin cerbung dengan bobot berat di hari pertama. Awalnya aku pikir dengan cerbung akan lebih mudah meneruskan ide berikutnya dengan cerita yang sudah terkonsep kan? Eh, ternyata aku salah. Aku merasa jemu dan mentok den...

Kopdar Kopling

Notulensi Kopdar Kopling Oleh : Mas Dewa - materi di segala grup kepenulisan itu secara teknik sama. - Yang penting kelanjutan setelah mendapat materi - Anjuran mas dewa dari Ken Hanggara (cerpenis nasional) see (Kenhanggara.blogspot) 1. Ikuti berbagai event 2. Publish di media 3. Terbit buku - Apa event-event yang cocok untuk kopling? - jangan puas hanya di kelas Yang lebih diminati di event-event hari gini: - kearifan lokal - kritik sosial - Experimental - kalau ada kelas menulis gratis mending ambil, jangan ikut yang berbayar, karena semua materi kepenulisan sama. - Kemampuan warga Kopling tidak kalah dengan penulis-penulis di KBM, NAD atau yang lain. Hanya perlu keberanian untuk publish dan kirim ke media

Surat Balasan Pramoedya

#Bumi_TantanganKita Arjunaku Mas Pram... Menerima suratmu di sore indah saat aku menyapu halaman seakan aku disapa oleh indahnya cakrawala. Cahaya matahari menyinari dari bilik dedaunan pohon maranggi, membias melewati bunga-bunga Rosella yang mulai memerah. Indah sekali. Sebelum membukanya kucium wangi kertasnya dan mendekapnya dalam dadaku, menyalurkan kerinduan tak terbayang kepada pemiliknya. Tanaman indigovera melambai-lambai menyoraki hatiku yang tersipu Surat itu begitu rapi, kata dan kalimat tersusun sangat indah dengan tulisan tangan yang teramat cantik bak bunga lavender yang membentang di atas bukit Lavender Park, Provence Prancis yang pernah kau ceritakan padaku dulu. Mataku buram dipenuhi anakan sungai yang mulai merembes di pipi. Aku tak sanggup berkata-kata, aku tak sanggup membacanya. Kudekap lagi membayangkan kau yang berada dalan dekapanku saat itu. Wahai Sang Penjaga Dewi, Mas Pram terkasih... Biarkan tubuhku lemas tak bertenaga yang hanya mampu mendengar degup...

Antara Bagus dan Ayu part 1

Menangislah, cinta...! (Antara Bagus dan Ayu) #AntaraBagusDanAyuPart1 #ABDA Akhirnya, aku dapat tersenyum bahagia telah menikahi wanita yang kucintai. Pernikahan sebelumnya adalah kesalahan karena kami tidak saling suka, tepatnya aku tak pernah mencintai istri pilihan mendiang ayah itu. Aku menikahinya hanya karena permintaan ayah yang ingin mengangkat martabat keluarga sahabat kecil ayah di desa. Aku tak akan mendapat warisan ayah jika menolak permintaannya. Menikahi wanita kejawen yang hanya lulusan SMA selama satahun membuatku menahan segalanya. Aku tak pernah mencintainya, tak pernah menginginkannya. Ini hanya pernikahan semu yang segera ingin kuahiri. Dua bulan lalu, Tuhan mengabulkan doa yang selama ini kupanjatkan untuk dapat menikahi wanita idamanku. Mungkin aku anak tak tahudiri yang merasa bahagia sekaligus sedih dengan kematian ayah.  Hari ke tujuh meninggalnya ayah, aku menceraikan Ayu, dan bulan berikutnya menikahi Naomi gadis bermata sipit dan berkulit putih yan...