Postingan

Sugeng Ambal Warsa Bapak...

Sugeng Ambal Warsa Bapak.... Guru kami, Cahaya kami, Panutan kami, Rasul kami, Kekasih kami... Karena kelahiran Bapak adalah anugerah bagi kami yang mencari kebenaran dan keselamatan. Bagaimana nasib para hamba tanpa dipertemukan Bapak? Maka hari ini adalah hari yang luar biasa istimewa bagi kami, di mana dilahirkannya Seorang Utusan-Nya yang mengajari manusia menjadi manusia sesungguhnya, mengenal jati diri kita yang juga mengenal jati diri Tuhan kami. Matursembahnuwun atas rawuhnya Bapak di dunia ini menjadi satu-satunya Insan di dunia yang bisa mengantarkan kami menuju surga sesungguhnya. Terimakasih atas anugerah tak terhingga ini telah Kerso menunjukkan cahaya Bapak kepada kami. Satu-satunya cinta abadi dan cinta sejati kami, para umat Bapak... Sugeng ambal warsa Bapak... Semoga sehat selalu dan selalu mencahayai umatNya... Amiin...

The Countess

THE COUNTESS Aku mengerjapkan mataku. Menatap sekeliling dengan kaku. Pusing yang teramat menyerangku. Aku mendesis. Tiba-tiba seseorang menghampiriku. Mata hazelnya menatapku dengan enggan. Bibirnya menyunggingkan senyum terpaksa. "Are you awake?" . Aku berusaha bangkit duduk. Melihat orang-orang yang mengelilingiku dengan wajah cemas. Banyak keganjilan kurasa. Aku serasa asing dengan ini semua. Orang-orang yang mengaku keluargaku memanggilku dengan nama yang bukan namaku. Pria asing yang mengaku suamiku. Apa sebenarnya yang terjadi? " After from Korea we'll go straight to your home, your mother's waiting for us ". Aku di Korea? Di rumah sakit Korea?. " Remember, you are Liana, the Countess of Earl  Dominique Marquess" . Countess? Aku seorang istri dari seorang Earl? Bangsawan tingkat ke tiga di Britania Raya?Aku masih tidak bisa mencerna semua yang terjadi. " At home, you don't have to say much, they know you've had an accident...

NAD day 6

#30HariMenulis2019_hari_6 #tema_not_human #nomer127 #568words Tema: NOT HUMAN “Bayangkan bahwa Anda bukan manusia. Hendak menjadi apakah Anda? Tuliskan.” *** Aku berdiri bersandar pada dinding di depannya. Ada kilatan cahaya yang tak bisa disembunyikan pemiliknya keluar dari mata kemudian tetesan demi tetesan keluar setelahnya. Bahunya naik turun diikuti suara isak tertahan yang berusaha disembunyikan.  Direngkuhnya tubuhku, mencoba menyalurkan kesedihan yang membelenggu. Aku hanya diam tanpa bisa berbuat apa-apa. "Aku harus bagaimana, Di? Aku sudah mencoba sekuat tenaga. Tapi usahaku masih tak ada harganya. Aku harus bagaimana?aku ingin pulang". Aku mencoba meraihnya, tapi tetap saja. Tangan dan kakiku kaku tak bergerak. Dan aku hanya bisa membisu dan menatapnya penuh cinta. Semoga hanya dengan ini aku bisa meringankan kesedihannya. *** "Di... Kau tahu? Aku rasa dia mulai menyayangiku. Buktinya, dia tadi mau menggandeng tanganku saat kami menyebrang tadi. ...

NAD Day 5

#30HariMenulis2019_hari_5 #tema_Eavesdropper #nomer127 #391words Tema: Eavesdropper “Tulislah mengenai percakapan yang pernah tak sengaja Anda dengar.” Bingung juga mau nulis apa di tema ini. Karena aku tuh jarang nguping obrolan orang, atau perduli dengan obrolan orang. Kalaupun pernah dengar obrolan orang, aku jarang perduliin, jarang mikirin jadinya ya lupa. Heheh... Tapi, oke lah... Aku mencoba mengingat satu percakapan yang ga sengaja aku dengar. Aku pernah mendengar percakapan seorang wanita dengan suaminya. "Piye penggalihmu, bu?" (Bagaimana menurutmu, bu?) "Dalem nderek Bapak, yen niku sampun dados ketetapan Gusti Allah, dalem nderek Bapak" (Saya ikut Bapak, jika itu sudah jadi ketetapan Tuhan, saya ikut Bapak) Kemudian aku pergi, tak berani mendengarkan percakapan mereka lebih lanjut. Karena percakapan itu terlampau serius. Sekitar sebulan kemudian, aku mendengar Sang Suami memperistri wanita lain. Yang melamarkan adalah sang istri, yang mempe...

Day 29

MINI CERPEN @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day29 #komunitasodop SEMUA GARA-GARA HILAL Namaku Cintia, wanita berumur 30 tahun dan memiliki dua putra yang ganteng-ganteng dan lucu. Suamiku seorang mekanik bengkel yang dia dirikan sebelum kami menikah. Memiliki 3 pekerja di hari biasa. Kalau ramai tambah pekerja borongan. Kami menikah sudah 11 tahun. Beberapa waktu yang lalu, aku dan suami sempat bersitegang karena suatu hal. Ada teman priaku yang aku makcomblangi dengan teman wanitaku. Kami akrab, dia sering minta saran aku bagaimana agar nih cewek bisa klepek-klepek sama dia, dan mau jadi istrinya. Aku memberi saran ala kadarnya. Teman priaku ini dasarnya gila kerja, jadi nggak pernah pacaran, dia baru nyadar kalau dia udah kepalang 30 umurnya dan belum nikah. So, dia minta aku nyariin calon dan banyak minta saran bagaimana merebut hati seorang wanita. Aku juga jujur sama suami kalau aku sering chat sama temank...

Day 28 petasan

@lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day28 #komunitasodop PETASAN MEMBAW celaka. Di Madura tempat bulikku tinggal ada tradisi membuat petasan di daerahnya. Siapa bisa membuat petasan paling besar bisa akan mendapat kebanggaan tak terkira. Orang itu akan mendapat pujian dari berbagai kalangan. Di sana orang masih haus dengan pujian. Saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Tahun 2000-an. Aku sedang berlibur di madura setengah bulan. Ikut sepupuku di sana. Karena tergiur oleh cerita adik sepupuku yang umurnya lebih tua dua tahun dariku, bahwa rumahnya dekat sekali dengan pantai dan pelabuhan, dekat dengar TPI. Tahulah...aku suka makan ikan, jadi aku ingin puas makan berbagai jenis ikan di sana. Saat itu bulan Ramadhan. Saat sore menjelang sudah mulai terdengar suara petasan bersahutan. Dan tak satupun kudengar suara petasan yang kecil seperti di daerah tempatku tinggal. Semua suara menggelegar. Seperti bom Hiroshima Nag...

Day 27 (Amplop)

DAY 26 (AMPLOP) * * * @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day27 #komunitasodop R E U N I Bag 2 (end) Kupatut bayanganku di cermin. Melihat dari segala sisi. Ini bajuku saat masa kuliah dulu. Nggak percaya, ternyata masih muat aku pakai. "Kenapa nggak pakai baju yang barusan dibelikan ayah aja sih bun? Itukan baju lama". Suamiku tiba-tiba muncul di belakangku. Ikut mengamati penampilanku. "Nggak papa yah, bunda lagi pengen pakai baju ini. Masih bagus juga kok. Baju dari ayah buat nikahannya Erina aja". Erina adalah sepupu suamiku. "Ayah beneran nggak ikut reuni bunda?" aku memastikan keputusannya sekali lagi. "Fix bun... Ayah mumpung lagi free pengen main sama anak-anak. Jarang-jarang kan?" aku tersenyum. Suamiku ini memang paling top markotop deh. "Mau dianter ayah nggak?" tawarnya sambil memelukku dari belakang saat aku memasang hijap persegi ku. "Bund...