Review Buku Blue Ocean Strategy


Data Buku

 

Judul                                      : Blue Ocean Strategy(Strategi Samudra Biru)

Penulis                                  : W. Chang Kim dan Renee Mauborgne

Penerbit                                 : Serambi

Tanggal terbit                        : Januari 2006

Jumlah halaman                  : 337 (2nd edition)


Buku ini berat.  Asli! Membacanya harus perlahan-lahan kemudian mencatatnya. 

Aku baru belajar menulis non fiksi juga membaca buku non fiksi. Jadi butuh banyak konsentras dan fokus membacanya. 

Tapi aku akan mereview buku ini sebisaku.

Aku mengenal buku ini sekitar 3-4 tahun lalu dari komunitas yang digawangi pemuda keren di pondokku. Dia membuat komunitas Komupedia yang di dalamnya orang-orang yang mencintai buku. Di sana membernya wajib memberi satu review buku yang sedang dibaca dalam satu minggu. 

Kemudian ada yang memperkenalkan Blue Ocean Strategy. 

Dan semua membernya harus baca. Harus katanya. Kemudian kami berbondong-bondong membeli buku yang edisi kedua ini.

Tapi jujur aku belum baca selengkapnya. Aku hanya baca 10-15 halaman perhari. Dan itu tetap berat kurasa, karena basicku menyukai buku fiksi. Meskipun kuakui buku ini memang sangat menarik. Jadi aku akan mereview semampuku.

It's all about Marketing Strategy called Blue Ocean. 

Habis dapat buku ini, saya langsung mikir. Apakah mampu membaca buku manajemen meskipun itu best seller? Ternyata setelah selesai membacanya, isi dari buku ini bisa diterapkan tidak hanya untuk perusahaan besar saja, tapi bisa kita aplikasikan dalam tempat kita berada, di mana pun berada, bahkan bisa diterapkan dalam sekolah tempat saya bekerja.

Buku yang ditulis W. Chan Kim dan Renee Mauborgne ini pertama kali diterbitkan oleh Harvard Business School Publishing. Telah terjual sebanyak 3,5 juta eksemplar di seluruh dunia, diterbitkan dalam 44 bahasa. Termasuk dalam jajaran buku terlaris dari lima benua. Banyak penghargaan yang telah diraih buku ini. Satu dari tiga buku manajemen terbaik versi Diamond Harvard Business Review pada 2013 di Jepang. Satu dari 15 buku bisnis terbaik dalam dekade terakhir versi Cekpet pada 2013 di Rusia. Dan banyak penghargaan lagi yang dicapai buku ini. Terus siapa yang tidak tergoda untuk membaca buku ini coba?

Terdapat tiga ciri strategi yang baik:

  1. Setiap strategi hebat yang memiliki fokus, dan suatu profil strategis atau kurva nilai perusahaan harus dengan jelas menunjukkan fokus tersebut.
  2. Ketika strategi suatu perusahaan dibentuk secara reaktif dalam usaha mengikuti irama persaingan, strategi itu akan kehilangan keunikannya. Intinya melakukan perbedaan dengan pola dasar pada umumnya.
  3. Slogan yang menarik. Cara yang tepat untuk menguji keefektifan dan kekuatan sebuah strategi adalah dengan melihat apakah strategi itu mengandung suatu slogan yang kuat dan autentik.

Perbedaan red ocean strategy dan blue ocean strategy:

  1. Red ocean strategy; bersaing dalam ruang pasar yang sudah ada, memenangi persaingan, mengeksploitasi permintaan yang ada, melakukan tarik ulur nilai-budaya, dan memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dengan pilihan strategis antara diferensiasi atau biaya rendah.
  2. Blue ocean strategy; menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya, menjadikan persaingan tidak relevan, menciptakan dan menangkap permintaan baru, mendobrak tarik ulur nilai-biaya, dan memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dalam mengejar diferensiasi dan biaya rendah.
Sesungguhnya blue ocean itu bukan sesuatu yang benar-benar belum ada, tetapi merupakan hasil dari kejelian membuat konsep, lalu melihat sesuatu at the right time dan at the right place, setelah mencermati dan mengikuti kebutuhan konsumen. Tokopedia atau detik.com dikatakan hebat karena memulai at the right place. Sementara, astaga.com memulai at the wrong place, at the wrong time. Bukan berarti tidak inovatif, melainkan justru penting, prinsip mereka mendahului zaman, lahir pada saat masyarakat belum membutuhkan.

Blue ocean adalah inovasi. Meskipun lingkupnya besar dan berada di red ocean, tetapi kalau percaya bahwa kita memiliki ide yang berbeda dari yang lainnya, silahkan dimulai untuk menuju blue ocean yang kita ciptakan sendiri. Starbucks misalnya, bahwa ada masalah-masalah konsumen yang belum terselesaikan, dan mereka pun membuka konsep baru, walaupun berada di tengah-tengah red ocean. Hasilnya bisa dilihat sekarang ini.

Jadi pokok utama setelah membaca buku ini adalah kalau bisa berenang di blue ocean, kenapa harus memilih ke red ocean?!? 

Pahamkan yang saya maksud?

Kalau ingin menekuni dunia bisnis atau dunia dimana Anda bekerja, maka membaca buku ini wajib hukumnya.

***
2 Desember 2019
Tanjunganom Nganjuk
Yulia Tanjung

Komentar

  1. dibutuhkan nyali untuk memulainya, dan itu hanya ada pada diri orang-orang yang berani mengambil resiko. Kayaknya keren banget ini buku.

    BalasHapus
  2. red ocean dan blue ocean.. wah baru tahu. jadi pingin berenang hehe

    BalasHapus
  3. Jadi penasaran dengan bukunya. Pengen baca

    BalasHapus
  4. Menarik mbaaa
    Bakal masuk TBR nihh.

    BalasHapus
  5. Aku baca buku ini di tahun 2012, pas niat-niat ya lagi belajar bisnis. Yang kuingat ketika baca buku ini bahwa bisnis yang kita bangun memang harus memiliki keunikan..bukan berarti membuat bisnis yang benar-benar beda, cuma bagaimana agar kita mengemas bisnis lebih berkarakter..reviewnya oke mbak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP