Sarasehan dengan Bapak Pimpinan
10-juli-2019
Sarasehan Bersama Bapak Pimpinan POMOSDA
Pendidikan
- SMP mempersiapkan akreditasi sejak awal
- Mulai ada ceklis perangkat pembelajaran, ceklis borang.
- Tanya SMA ttg akreditasi
- Tim SMP mempersiapkan akreditasi scr intensif menggali data dari SMA
- Dari SPI bagus untuk bisa di transformasikan di kita.
- Melihat kenyataan, bahwa saat sekolah bisa mengambil sikap, maka dinas akan mendukung, yg penting wali santri yg menyetujui dan mendukung dg MOU yg ada.
- Teknisnya di kita membentuk kemandirian.
- Yang kita anggap penting adalah pembentukan karakter bisa diangkat, latar belakangnya, dilihat dari kondisi yang ada sangat mendukung.
- Pendekatan itu menjadi basic saat mendidik.
- Kecerdasan sosial, otak, kognisi, emosional bukan dibentuk dari matapelajaran.
- Pemilik skill sangat banyak, dan pemerintah malah membuat SK, ini ironi.
- Nganjuk adalah kota Agro-Agri.
- Pendekatan thdp anak meningkatkan kemampuan komunikasi dan potensinya.
- Intinya tdk banyaknya keterampilan dan konsep, tapi sejauh mana mrk melihat peluang, menjadi pelobi yg baik, komunikasi yg baik. Konsep dan praktek ttp tdk bisa ditinggalkan, tapi tdk bisa menggampangkan, kita lengkapi dengan pendekatan sebagai sistem yang inti pada pendidikan anak, pola asuh anak. Diberi kesempatan pada mereka untuk mengembangkan pribadinya sehingga mereka memiliki tanggung jawab. Beri mereka kepercayaan.
- Sebenarnya bukan ada dan tidak ada PR nya, tapi bisanya ustadz memilah tugas yang bisa menjadi stimulus anak untuk mengembangkan logic dan nalar mereka.
- Saat kita membeli PR scr individu, beri tugas untuk membuat soal sendiri, kemudian dikerjakan bersama kelompoknya. (Bernuansa membantu soal temannya) yg mengoreksi teman sendiri (kelompok lain), ustadz hanya memberi nilai
- Ini mendorong anak berlatih untuk musyawarah dan berkomunikasi.
- Ustdadz memberi waktu konsultasi pada anak. Karena kadang anak Membuat soal yg tdk bisa dikerjakannya. Dan ini dapat menjadi pengetahuan ttg karakter anak.
- Contohnya, saat anak memberi soal ttg hal yg tdk bisa dikerjakan dan berharap agar ustdz nya juga tdk bisa mengerjakan, ini tanda bahwa anak di rumahnya dididik dg pola kekuasaan. Sehingga anak membalaskan di lingkungan sekolahnya.
- Mulai mendorong anak agar setiap anak memiliki jurnal. Dg permasalahan apapun.
- Bapak kagungan garapan yang harus diselesaikan dg Musyawarah.
- Yangg butuh dikembangkan di ustadz adalah kemampuan mapping, adakan workshop atau pelatihan-pelatihan mengenai ini.
- Otak yang sedang dalam konsep harus dilatih untuk digerakkan dengan organ. Agar tidak menjadi fatal nantinya.
- Mengajarlah dg sistem mapping
- Percayalah anak2 sdh memiliki pemikiran tapi terbatas. Maka harus dikembangkan
- Referensi adl membaca buku
- Literasi : kemampuan pengembangan dari buku yg kita baca ada kemampuan nalar. Juga berarti kemampuan melihat persepsi org lain.
- Mapping:membangun kemampuan asosiasi, stimulus, membangun kemampuan komunikasi.
- Jangan batasi mapping hanya dalam masalah/bab itu, agar bisa tuntas KD yg akan kita sampaikan, jika KD kita banyak.
- Anak yg terbiasa mapping, dapat dg mudah bisa menangani saat ada ustadz yg mengajar narasi/ceramah, dia akan memetakan apa yg disampaikan ustadz tersebut dg lebih cerdas dg mapping. Anak akan lebih mudah memahami dan meresume apa yg disampaikan ustadz.
- Mapping scr tdk langsung adalah membangun sist. Musyawarah
- Untuk melatih nalar anak, biasakan jurnal harian pada anak.
- Meresume di seperempat jam terakhir setiap hari. Sebelum pulang. Ini bisa menjadi Jurnal anak.
- Di manajeman dan staff juga membuat hal yg sama. Meresume dr pagi sampai siang. Di seperempat jam terakhir sebelum pulang. Serentak satu sekolah meresume apa yg dia dapat di seperempat jam terakhir sebelum pulang. Inilah literasi.
- Kemampuan meresume melatih nalar.
- Pola dasar anak di psikologi anak, saat yg menyalahkan adalah ustdz maka anak akan merasa tertekan sangat luar biasa, tapi tidak jika yg menyalahkan teman sendiri. Tapi saat yangengoreksi adalah teman sendiri tdk akn berdampak kpd anak, saat yg mengkoreksi ustasznya maka akan mendapat tempat tersendiri di psikologi anak.
- Memberi advice pada santri harus dg pola dasar: mereka yg butuh dulu, baru kita memberi advice nya. Buat mereka fekir dulu, mereka butuh dulu.
- Saat anak cerdas tapi kita tekan untuk merasa bersalah maka dia akan menjadi introvert
- Orang yg mampu memperbaiki diri adalah orang yg merasa bersalah.
- Anak-anak pelihat dan pendengar yg baik tapi penyimpul yg buruk.
- 4 pola mendasar tentang sikap anak, bagaimana kita menyikapi ini.
--> Anak yg diberi tugas tapi setelah diberi perhatian dia tidak akan menyelesaikan tugasnya.
--> Anak yang ingin pujian, pengakuan.
--> Anak yg pamer, membangun kekuatan
- Anak-anak yg berulah seperti ini agar dikomunikasikan untuk mjd sistem.
- Bangun kpd anak-anak:menghormati dan menghargai
Memunculkan agar anak merasa butuh:
- Diberi pengertian general, bahwa kita juga butuh, ustadz juga butuh belajar bersama. Ambil contoh atau sampling dr tokoh yg ada yang ada dilingkungan kita, yang menjadikan anak tidak bisa membantah saat kita sampling org tersebut (penokohan).
- Menjadikan kita korban sbg samping negatif dan dg memuji ustdadz lain.
- Jika bercerita kpd anak, mengenai pengalaman. Kita ambil pengalaman teman mereka
- Jika nasehat, ambil Bapak sebagai tokoh, itulah bersandar namanya.
- Saat kita ambil contoh dr Tokoh terkenal, spt Einstein, kita harus hati-hati. Anak bisa mengambil hal negatif dr si tokoh yg sdh menjadi idolanya.
- Saat kita mengambil pembanding,ambil pembanding yg tdk ada di lingkungannya.
- Puuji pinuji yg ditampakkan pada anak adalah pembentuk yg luar biasa pada anak.
- Nasehat itu harus dg bersandar.
- Terbentuknya dendrid (yg membentuk kecerdasan) yg paling efektif adalah praktek, fakta kehidupan.
Oleh : Bapak Kyai Tanjung
Komentar
Posting Komentar