Dia

DIA
Yulia Tanjung

Ada Dia di sini
Di tiap detak dan detik
Bersemayam di celah terkecil sel inti
Termaktub menjadi ayat IIlahi

Ada Dia di sana
Tersebar di berbagai arah
Melambai memanggil hamba-Nya
Yang ingin mengenal-Nya

Dia bukan hanya punya nama
Pasti ada Wujud-Nya
Yang harus dikenali keberadaanNya
Karena begitu perintah yang ditulis-Nya

'Tentang jati Diri-Ku
Yang Aku sendiri adalah Inti Sumber Daya Itu
Aku Dzat yang menjadikanmu
Aku Dzat yang membentukmu
Maka kenalilah Aku'
Begitu Firman-Nya menderu

Berita tentang Dia
Dzat Yang Al-Ghaib tetapi nyata keberadaan-Nya
Nyata dalam hati makhluk-Nya yang taqwa
Yang telah Dia buka dengan Ilmu-Nya
Saat engkau dikehendaki menemukannya
Jalan mengenali Ada dan Wujud-Nya
Yang hanya bisa kau kenali dengan Cahaya Ilahi-Nya



Komentar

  1. Suka pemilihan diksinya. Religius dan indah bermain metafora.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya hanya menulis ulang apa yang sering diajarkan Guru saya...

      Hapus
  2. Puisi seringkali memang tidak dilahirkan tetapi dipetik dari tetumbuhan kehidupan.

    Selamat melantunkan puisi dari nurani terdalam.
    Semoga tekun di jalan sunyi puisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih miss uun...
      Saya sedang tergugu dan tergugah dengan puisi...jatuh cinta ingin menulis dan merangkai puisi, meski jaman sekolah dlu sering ikut limba baca puisi. Tapi baru kali ini hati ini tergerak mengaksarakannya

      Hapus
  3. Dia Yang Tak Tampak Tapi Selalu Ada... Semoga segala puji syukur selalu padaNya

    BalasHapus
  4. Huwow bgt...terus nulis yaaa..saya akan baca dan koomen wkwk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP