Postingan

Day 25 (THR)

Pentigraf @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day25 #komunitasodop * * * 3.15 Aku terbangun. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhku. Mimpi yang sama menghantuiku lagi. Mimpi menakutkan yang selalu hadir sejak aku menempati kontrakan ini. Di sana, aku seperti menggali sebuah kuburan yang entah milik siapa. Aku menggali sendiri sampai kulihat sebuah kain kafan berbentuk pocong yang nampak lusuh. Kemudian aku terbangun setiap dini hari. Yeah... Tepat pukul 3.15. Aku bangkit dari tempat tidurku, beranjak menuju kamar mandi dan mencuci muka. Mencoba menghilangkan bayangan mengerikan dengan membasuh air di wajahku. Aku mulai menyesali karena tak pernah menghiraukan peringatan teman-teman dan warga sekitar bahwa kontrakan ini sedikit angker. Aku terbelalak. Tiba-tiba di cermin wastafel muncul tulisan bertinta darah segar. Aku mundur dengan reflek. Membaca tulisan mengerikan itu dengan pucat. ' BAGI THR NYA SEKA...

Day 24 (cuti)

@lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day24 #komunitasodop Pentigraf CUTI "Mas...kapan mas dapat cuti?" Aku bertanya pada suamiku yang sedang mengelap mobil kesayangannya. "Kenapa dek?kita mau ke mana?" sejenak dihentikannya sejenak melap mobilnya. "Adek ingin jalan-jalan ke villa. Kan kita belum bulan madu mas". Aku merajuk "Mas nggak akan ambil cuti dek, maaf" Aku terbelalak. Emosi mulai menguasaiku. Merasa perlakuan suami yang baru seminggu menikahiku ini tidak adil. Aku tak dibolehkan keluar rumah, tak ada izin bekerja atau sekedar berbelanja jika tanpa ditemaninya. Aku bosan. "Mas tak akan mengambil cuti adek, karena mas tak butuh cuti untuk bersenang-senang dengan istri mas. Cuti hanya untuk pegawai. Dan mas seorang boss yang tak butuh cuti". Note: don't be an employee. Be a boss of your own factory #efek_buku_robert_kiyosaki

Day 23 (lailatul qadar)

@lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day23 #komunitasodop SAYAP-SAYAP MALAIKAT Day 23 *** Malam ini terasa beda, aku menghitung hari. Ini adalah malam 25 Ramadhan. Mungkin ini malam Lailatul Qadar. Aku dengan sadar mengambil wudu di masjid agung di kawasan Pare Kediri. Setelah bertemu Yasmin, Sang Pelantun lagu yang menggetarkan hatiku saat itu. Dia menunjukkanku lagu aslinya. Syair aslinya dan siapa penciptanya. Lagu itu berjudul Shalawat dan Cintai Rasul. Membaca syairnya membuatku rindu dengan sosok yang tak pernah aku tahu, tak pernah aku kenal. Sang Utusan. Rasulallah. Selama seminggu setelah meninggalkan Jogja aku merasa teramat frustasi. Aku merindukan Utusan Allah itu. Tapi bagaimana aku bertemu dengannya? Sedang aku tak pernah bertemu dengannya? Sedang aku berbeda zaman dengannya? Dia hidup ratusan tahun yang lalu. Bagaimana aku bertemu dengannya?. Yasmin berpesan padaku. "Kak Eza, kalau ingin damai...

Day 22( mudik)

Cerpen mini (Mudik) Day 22 * * * @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day22 #komunitasodop *** INI BUKAN AKU Aku mengerjapkan mataku. Menatap sekeliling dengan kaku. Pusing yang teramat menyerangku. Aku mendesis. Tiba-tiba seseorang menghampiriku. Mata hazelnya menatapku dengan enggan. Bibirnya menyunggingkan senyum terpaksa. "Are you awoke already?". Aku berusaha bangkit duduk. Melihat orang-orang yang mengelilingiku dengan wajah cemas. Banyak keganjilan kurasa. Aku serasa asing dengan ini semua. Orang-orang yang mengaku keluargaku memanggilku dengan nama yang bukan namaku. Pria asing yang mengaku suamiku. Apa sebenarnya yang terjadi? "After from Korea, we will home. Your mother waits us". Aku di Korea? Di rumah sakit Korea?. "Remember, you are Liana, the Countess of Earl  Dominique Marquess". Countess? Aku seorang istri dari seorang Earl? Bangsawan tingkat ke tiga di Britania R...

Day 21 (Mabit)

MABIT Day 21 * * * @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day21 #komunitasodop Malam Bina Iman dan Taqwa disingkat MABIT. Sumpah...baru dengar istilah itu ya dari RWC ODOP ini. Makanya, mau tak sambungin dengan kisah Sayap-Sayap Malaikat kok masih belum berani, karena masih mentafakuri makna MABIT sebenarnya. Nulis ini, aku harus buka referensi juga lo, buku catatan kajian yang tiap minggu aku dapat daru Guruku, Bapak Kyai Tanjung. Karena memang dari Beliau referensi utamaku. Buku, atau referensi yang lain sebagai pikukuh atau pelengkap saja. Kalau dari kata Malam Bina Iman dan Taqwa kan itu intinya, sebuah malam atau banyak malam yang digunakan untuk membina atau memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Sang Khalik. Tul nggak? Setiap orang bisa mengoreksi ya... Ini hanya beropini. Intinya MABIT itu kan ada pada Iman dan Taqwa. Ya kan? Nah... Iman apa dong? Percaya kepada Tuhan, gitu aja?? Percaya yang seperti ...

Day 20 (Toilet Masjid)

@lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day20 #komunitasodop Puisi nggak jelas * * * Harum ini mengganggu khusyuk shalatku Aku mencoba bertahan Biarlah dada sesak karenanya Aku tetap mengikuti imam di depanku Oh... Aku ingin undur diri dari barisan ini Mencari harumnya yang semerbak Menyibak warna yang mungkin ada Menyatukan fikir dan hati Dan... Maaf imam shalatku... Aku undur diri... Aku harus menemukan sumber harumnya.. Oh...Ya Gusti... Warna apa itu? Kuning kecoklatan yang tampak memukau Baunya pantas menyengat karena lalat-lakat beterbangan di atasnya Aku ingin pingsan. Bukankah ini masjid yang katanya rumah Tuhan? Pantaskah rumah Tuhan dihiasi warna dan harum ini. Pantaskah semua ini mengganggu khusyuknya hamba yang sedang beribadat Toilet masjid yang begitu mempesonaku Akan kujadikan dia mengkilap, bersih dari segala kotoran. Agar Tuhan tersenyum melihat rumahnya. Note: ampun deh.... Sedan...

Day 19 Kotak Amal

Pentigraf (Kotak Amal) @lutfiyan28 @lisa_pingge @ivieth_mutia @komunitas.odop @emakguru_ #rwcodop2019 #onedayonepost #day19 #komunitasodop Surau tampak ramai. Ratusan orang berkumpul mengelilingi sesuatu yang ada di dalam surau. Menciptakan suara ribut seperti ribuan lebah yang mengerumuni madu. Tampak seorang anak berumur 10 tahun dengan takut-takut mendekap sebuah kotak kayu berukuran 20 x 20 cm yang tampak menyembul di antara dekapannya. Wajahnya basah dipenuhi peluh dan air mata. Suara tangisnya tak begitu terdengar tapi menyayat hati. "Berikan kotak itu nak... Itu bukan punyamu. Itu kotak amal masjid". Suara semua orang tak dihiraukannya. Dia tetap menggeleng tetap mendekap kotak itu. Tak ada seorangpun yang sanggup membujuknya. Bahkan ada yang terpaksa mengambil kotak amal dengan paksa dari tangannya. Tapi si anak yang berbadan ramping itu memegangnya dengan sangat erat. Tangisnya semakin kencang terdengar. Seorang lelaki tua mendekatinya. Menawarkan sebuah...