Postingan

NAD hari 2 (Surat Dari Desa)

#30HariMenulis2019_hari_1 Nif, apa kabar kamu di Jakarta sana? Beberapa hari ini aku sering inget kamu. Kamu tahu mengapa? Karena di desa kita sekarang kedatangan Ustadzah baru yang berjilbab lebar seperti kamu. Rapi sekali. Dia punya misi yang sama seperti kamu dulu. Ingin membentuk penduduk desa yang islami dan damai. Dia mengajar ngaji anak-anak seumuran Joki, adikku, mereka juga diajarkan marawis dan nasyid. Biar tidak lagu-lagu jaman now dan koplo-an saja yang mereka kenal. Ustadzah itu bernama Ustadzah Diyah, Rodiyah lengkapnya. Umurnya sekitar 3 tahun di atas kita. Dia pintar sekali, Nif... Suaranya merdu seperti suaramu, pintar baca qur'an seperti kamu, baik dan santunnya juga seperti kamu. Pokoknya kalau lihat dia, aku selalu ingat kamu. Aku juga banyak belajar darinya. Aku belajar tentang fikih yang belum sempat kamu ajarkan dulu karena kamunya keburu ke Jakarta. Saat itu kamu mengajak aku dan mengajariku cara sholat, membaca qur'an, sekarang aku diajari ...

Dia

DIA Y ulia Tanjung Ada Dia di sini Di tiap detak dan detik Bersemayam di celah terkecil sel inti Termaktub menjadi ayat IIlahi Ada Dia di sana Tersebar di berbagai arah Melambai memanggil hamba-Nya Yang ingin mengenal-Nya Dia bukan hanya punya nama Pasti ada Wujud-Nya Yang harus dikenali keberadaanNya Karena begitu perintah yang ditulis-Nya 'Tentang jati Diri-Ku Yang Aku sendiri adalah Inti Sumber Daya Itu Aku Dzat yang menjadikanmu Aku Dzat yang membentukmu Maka kenalilah Aku' Begitu Firman-Nya menderu Berita tentang Dia Dzat Yang Al-Ghaib tetapi nyata keberadaan-Nya Nyata dalam hati makhluk-Nya yang taqwa Yang telah Dia buka dengan Ilmu-Nya Saat engkau dikehendaki menemukannya Jalan mengenali Ada dan Wujud-Nya Yang hanya bisa kau kenali dengan Cahaya Ilahi-Nya

Selamat Ulang Tahun

Saya dulu sempat membenci hari ini.  Setiap tanggal 28 Juni saya mengutuknya. Sebagai anak-anak,  sangat wajar jika saya mengharap hari specialnya menjadi hari yang indah,  dengan segala ucapan dan doa ulang tahun dari orang-orang tercinta juga kado istimewa.  Tapi di keluarga kami tidak ada bedanya hari ulang tahun dengan hari-hari biasa. Bapak dan ibu tidak mengadakan budaya merayakan ulang tahun anak-anaknya.  Jadi tidak ada perayaan,  tidak ada ucapan. Teman-teman sekolah sayapun tidak pernah tahu tanggal ini saya sedang ulang tahun,  karena setiap akhir Juni dari masa ke masa adalah saat semua sekolah libur kenaikan kelas. Dari kecil saya merayakan ulang tahun sendiri dengan menulis diary,  berdoa untuk saya sendiri dan mengucap harapan-harapan saya dalam hening. Karena di keluarga tida ada bedanya,  saya tidak berani berharap apa-apa dari orangtua. Tapi berbeda dengan kakak ketiga saya yang beruntung di lahirkan di tanggal yang i...

Memecahkan Mental Block dalam diri

MEMECAHKAN MENTAL BLOCK DALAM DIRI Akhir-akhir ini,  saya suka membaca artikel-artikel tentang Mental Block,  melihat Video tutorial cara menghilangkan Mental Block,  juga diskusi tentang topik yang sama dengan banyak orang.... Sejak Guru kami,  Bapak Kiai Tanjung sering menyebutkan di kajian Beliau tentang betapa 'ga baik' nya punya Mental Block,  saya tidak bisa menahan keinginan untuk bertanya,  tapi di Kajian Beliau tidak ada sesi tanya jawab,  maka saya mencari jawabannya dengan cara saya sendiri. Dari Beliau saya tahu bahwa Mental Block itu hal negatif yang harusnya tidak boleh ada dalam diri manusia yang berTuhan. Tapi secara definisi lengkap saya hanya bisa menebak-nebak saja. Banyak artikel di Internet menyebutkan bahwa Mental Block adalah sebuah keyakinan yang sangat kuat dalam diri yang melemahkan diri kita,  menghambat kinerja dan cara berfikir kita,  membuat kita susah untuk sukses.  Sukses dalam arti yang luas,  k...

Puisi konyol

Puisi Malam Malam sepi... Semua terlelap di pangkuan malam... Menyusuri indahnya mimpi yang tak berkesudahan. Sedang aku.... Tersiksa sendiri tanpa tahu harus bagaimana... Tiga bahan telah ku potong... Kusamakan dengan polanya... Kugunting dengan rapi... Begitu indah warnanya.... Kemudian... Benang dengan warna yang sama Telah aku pasang kepada Sang Mesin Jahit Kupastikan pucuk benangnya terpasang dengan benar ke jarum... Tapi... Aku tak kuasa menginjak pedal dinamo ini... Oh... Tolong aku.... Aku harus bagaimana??? Malang nian nasibku malam ini... Keinginan ini begitu kuat... Aku sedih... Mengapa keinginan ini datang di saat yang tidak tepat?? Apakah aku harus nekat menginjak pedal ini??? Dan membiarkan mereka yang terlelap kemudian terbangun karena ulahku?? Ah.... Itu bukan hal yang benar... Dan... Kurapikan kembali bahan-bahan itu, Kuikat dengan erat... Dan kurebahkan punggung ini... Malam sudah larut.. Biar kutunggu Sang Kantuk datang memelukku... ...

Pencarian

"Loh.... Dosa bagaimana?  Kan wajar,  saat kita berkunjung ke rumah Tuhan,  kita ingin bertemu Sang pemilik rumah? " aku ngeyel. "Di sini bertemu Tuhan itu ya menjalankan ritual umroh atau haji yang sudah ditentukan,  itu sama dengan bertemu dengan Tuhan" Aku diam tidak menjawab karena suamiku menyarankan aku diam.  Tapi dalam hati,  aku merasa dongkol tak tertahankan. Buat apa aku mahal-mahal pergi ke sini tanpa bertemu Sang Pemilik Rumah. Bertemu Tuhan hanya dengan menjalankan ritual-ritual di sini?  Apa bedanya dengan mengerjakan di lain tempat?  Di rumah kita sendiri?  Bukankan itu hanya ritual yang dilakukan oleh raga kita dan bisa dilakukan di manapun?  Tidak harus di sinikan?  Bukankah kita di Rumah Tuhan untuk bertemu Tuhan?  Melihat Tuhan? Dan aku hanya bisa menutup muka dengan sangat kecewa sembari menahan tangis dan amarah. Tiba-tiba semangat ku dan antusiasku di 'Baitullah' ini hilang entah ke mana, aku ingin seg...

Cerita semalam

Cerita semalam.... Tadi malam di daerah Brebek, Bapak Kyai kami diminta untuk mengisi Pengajian tunggal oleh penduduk sana. Sebenarnya kami juga berniat nderek juga ke Brebek, toh dekat aja. Yang jauh aja... kami, murid Beliau selalu turut serta, apalagi yang dekat situ ... Banyak dari kami yang berbondong-bondong ke sana... Tapi karena suatu hal, kami sekeluarga tidak bisa ikut ke sana, kami hanya bisa mendengar lewat Radio. Seluruh area Pondok menggemakan suara Bapak, melalui Radio Memory Fm... Sekitar pukul delapan malam, suara Pak Surono sudah membuka acara, kemudian disusul beberapa iringan lagu dari marawis Ki Anom yang menyejukkan... Anakku terlihat sedang menulis di buku hariannya, dan ibunya berkutat dengan jahitan yang belum selesai.... Pukul sembilan malam, adek mengajakku tidur...matanya merah menahan kantuk. "Ayuuk mah...bobok!" Pintanya. Kemudian aku menata tempat...