My writing journey

Assalamualaikum....

Seingatku, aku suka menulis sejak kecil. Kecil sekali malah. Aku juga suka baca. Bacaan pertama yang aku baca adalah cerpen-cerpen embakku Lilam Mozarafo. Dia dulu suka bikin banyak cerpen dan dikumpulkan di buku-buku sisa-sisa atau buku yang dia buat sendiri dari jertas bejas. Penggemarnya adalah saudara-saudara kandungnya, termasuk aku, meskipun aku paking kecik di keluarga, dan belum lancar baca, kakakku ini suka mebacakan ceritanya di depan saudara-saudaranya. Dan mungkin teman-temannya.

Dari situ, aku suka membaca cerpen dari majalah remaja yang saat itu yang masih bermunculan bak jamur di musim hujan.  Ada Aneka Yess, Anita, Cerita Kita, Gadis, Kawanku, dan lain-lain.

Tapi rasanya, tidak ada tulisan yang lebih bagus dari kalau bukan tulisan kakakku itu. Saat itu aku masih kecil, baru kelas 3 SD mungkin aku nggak objektif.

Kemudian aku mulai belajar menulis. Maksudku, menulis sebuah cerita, surat, atau nulis keluh kesah kanak-kanakku di buku harian. Ah... di mana buku-buku itu sekarang?

Ada saja yang aku ceritakan, tentang temanku, tentang seseorang di sekelas yang aku taksir. Hihihi... malu kalau mengingatnya. Bikin tertawa sendiri, jadi tak usah dibahas, karena takut akan menjadi ajaran yang tidak baik untuk generasi kids zaman now.

Aku juga menulis surat untuk ibuku, yg tidak pernah aku berikan karena pada akhirnya apa yg aku tulis langsung aku sampaikan...hehe...dan karena aku tahu, ibuku ga bisa baca. 

Mulai kelas 5 Sekolah Dasar,aku menulis cerpen pertamaku, yg aku beri judul "tiada lagi" πŸ˜ƒπŸ˜ƒ terinspirasi oleh lagunya Mayangsari dengan judul yang sama..aku lupa seperti apa jalan ceritanya....

Saat MTS aku pindah ke Nganjuk...
Merasa sedih...aku menulis cerpen tentang sebuah perpisahan...dengan nama2 yang sama persis seperti nama teman2ku... rasanya tidak ada kesedihan yang bisa melebihi kesedihanku saat itu...
Pindah di tempat baru, dengan meninggalkan segala kegiatan pramukaku, teman2ku, dan kenanganku...

Tapi..saat sudah masuk sekolah di MTsN sini, sebentar saja aku sudah punya banyak teman...

Aku disayang guru bahasa indonesia dan guru bahasa inggrisku karena kalau ada tugas membuat kalimat, kalimatku selalu beda... gitu, aku kedua guruku.

Aku mulai jarang menulis cerpen...mungkin hanya sesekali, kadang tidak tuntas, karena saat itu aku sedang suka membaca puisi....

Inipun aku belajar dari kakak2ku yg juga jago baca puisi dan jago teater.
Di sekolah...aku sering diikutkan lomba baca puisi, dan menang... karena aku suka puisi sedih...kemudian aku ikut nangis saat baca...dan para juri terlena oleh air mataku....heheh....

Di tahun kedua aku sudah dijadikan pelatih membaca puisi untuk teman2 dan adik2 kelas yang akan lomba baca puisi...

Tahun ke tiga aku mulai membaca novel, novel pertama yang aku baca adalah novelnya Mira W yang berjudul "kereta itu telah berlalu, Arini" kalau tidak salah... itu aku pinjam dari kakak ke 4 ku yang pinjam dari sebuah penyewaan novel...

Aku juga membaca novel2 karangan Agatha Christie, Fredy S (yang asli lo ya...), dan beberapa novel terjemahan yang aku lupa siapa saja pengarangnya...

Aku suka membawa novel di kelas yg kemudian aku baca di kelas, saat kosong, atau di UKS sambil piket, juga di koperasi saat piket juga. Piket jaga maksudnya.... kadang aku membacakan beberapa halaman untuk dua temanku yang dulu kami bertiga di kenal sebagai KKN (ini panjang ceritanya, kapan2 saja aku bercerita 😌😌) yg kemudian kami sudah tidak begitu eksis karena sudah tingkat 3.
"Saatnya kita tobat, Lia..."
Gitu yang dikatakan kedua temanku...

Jangan sewot...saat aku dipanggil Lia, bukan karena niru Dilan saat panggil Milea dg sebutan Lia... aku emang dipanggil Lia saat MTsN dulu, dan temen2 radioku di Kediri juga mengenal aku dengan Nama Lia... seriusaaaan... ga bo'ong...πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Dan membacakan teman-temanku sebuah novel dengan halamannya yg lebih dari 300 itu akan menjadi kebiasaanku sampai SMA di SMA POMOSDA.... bahkan di Pare.
Capek?? Iya...apalagi kalau datang pendengar lagi yang baru gabung kelompok "penggemar suaraku" aku harus mengulanginya dari halaman awal, dan herannya pendengar yg lama seneng2 aja kalau harus mengulang dari halaman pertama padahal kita udah sampai halaman tengah... iya...capek...tapi aku suka melihat teman2 yg serius menyimak aku membaca.....

Ingat itu aku geli sendiri....πŸ˜‚πŸ˜‚

Masuk SmA aku masih suka bikin cerpen sampai beberapa buku, dan teman-teman suka bergiliran meminjamnya....meskipun tukisanku seperti tukisan anak kelas dua SD. Heheh...
sampai buku2 itu ludes...kemudian hilang... andai saat itu sudah bisa kuketik menjadi file...

Cerpen yang paling aku ingat berjudul "Antara Bagus dan Ayu", "Soledad" (iya.. bener...terinspirasi lagunya westlife dg judul itu juga..☺️☺️)trus banyak judul yang aku lupa...

Aku juga membaca buku "Pembantaian Cucu Nabi, Husaain bin Ali bin Abi Thalib" yang sempat menguras emosiku, 3 hari aku sakit setelah membacanya, karena pusing kebanyakan nangis...hehehe

Lulus sekolah, aku masih sering nyewa novel di Pare saat masih kursus di sana, didukung, di sana banyak toko buku loakan, rental buku... aku jadi betah...

Di Pare aku mengenal Novel "Rahasia Dua Hati" by Muthmainnah, yg banyak menginspirasiku...dan yg aku sesali karena hilang bukunya...

Novel itu membuatku banyak menelorkan cerpen2 cinta islami.

Lulus dari Pare, aku mengenal Andrea Hirata, dengan tetraloginya...

Aku dibuat gemes dengan tulisan doi...
Bahasannya cerdas, almiyah dan sulit di jiplak... pokoknya aku geregetan dengan karya-karyanya...

Sejak itu, aku berhenti menulis,
Rasanya kok tulisanku jeleeek gt, ga cerdas, ga berbobot, ga asik, ga lucu, ga alamiyah.... belum selesai udah aku buang duluan.
Andrea Hirata merusak bakat menulisku... aku fakum lamaaaa sekali....
Dan rasanya tidak ada penulis dengan karya tukisannya yang bisa menggeser Andrea Hirata dari hatiku... padahal saat itu buuuaaanyak bermunculan penulis2 baru...

Penulis2 yg dlu sering aku baca saat sebelum kenal Andrea Hirata rasanya kok hambar setelah aku baca lagi tulisannya... b3h.... nyebelin kan si Andrea Hirata itu??

Menikah...
Aku masih mandul...tidak melahirkan tulisan apapun...

Sampai di tahun 2012 akhir sampai awal 2013.

Guru kami menyebarkan Tulisan Beliau yang berupa doa2 dengan kata2 dahsyat... DOA FATHUL ZAMAN...

Membaca seratan Beliau aku langsung jatuh cinta dengan penulisnya... sampai sebulan lebih...setiap aku membaca dan mendengarnya aku tak bisa membendung air mata...

Andrea Hirata, Muthmainnah... otomatis dengan sopan mundur dari hatiku....

Kemudian, hatiku jadi mulai belajar membuka tulisan apapun...tidak fanatik dan kaku, karena itu yang diajarkan Beliau, Guru kami...

Aku mulai menulis lagi, setidaknya menulis kajian Beliau, pitutur Beliau, hingga sempat aku sangat ketagihan dengan apapun yang Beliau Dhawuhkan... rapat yang seharusnya aku tidak dapat undangannya, tapi aku nekat datang ke sana dan mendengarnya dari balik pintu, seperti orang hilang... memuja Beliau sampai sesak dadaku...
Rasanya sangat beruntung dipertemukan Beliau, rasanya tidak ada anugerah yang bisa melebihi dipertemukan Beliau, tapi aku yakin tidak hanya aku yang merasakan seperti itu...
(Bapak....Pangapunten...)

Aku juga mulai aktif menulis buku harian lagi...meskipun semuanya aku tulis seperti sebuah surat yang aku tujukan buat Bapak.

Ada buku Anne of Green Gables yang mulai menggeser gaya tulisanku... seperti tentang hal pendidikan untuk anak-anak, tentang kearifan lokal... 

Seorang pemuda yang suka menulis di FB yang mulai mencuri hatiku...
Tulisannya Gurih...(gitu istilah doi membahasakan tulisan yg enak di baca) daging banget....!(itu juga istilahnyaπŸ˜ƒπŸ˜ƒ) ga usah aku tag namanya... malu kalau ketahuan aku nge fans dia...heheh...

Banyak metode2 penulisan yang di bagikan, banyak-banyaklah kasih enter di tulisanmu...agar yang baca seperti meluncur di laut bebas dan ga engap bacanya...

Itu juga aku ambil dari apa yg dia ajarkan...
Nih anak muda...nyebelin banget...
Dia juga ajarkan tentang bagaimana closing..dll...dll...dll...

Memang asik sih...meskipun udah tua gini ikut2 kumpul anak muda...mereka itu mengajarkan banyak hal...pemuda zaman Z ini punya petualangan, pengalaman inspiratif... makanya bikin kita2 yg sudah tua gini jadi merasa bodoh...
Mereka itu...pemuda Ampura yang menelorkan produk Japo yg naik daun itu Moringa Chocolate dengan atas bimbingan Bapak Kiai Tanjung, Guru kami, adalah sebuah potret masa depan yang cemerlang...

Semangat terus anak-anak....

Akhir-akhir ini aku baca novel Dilan. Yg film nya udah rame itu...
Ada seseorang yg mengirim ke 3 novelnya di grup dalam bentuk e-novel...

Aku gemes bacanya....lucu...
Bahasanya ringan, hingga aku merasa menulis itu mudah...

Sempat mempengaruhi emosiku...
Dan biar aku simpan sendiri untukku...
Takut di bully...hahahha....

Ikatan2 di hatiku yang dulu tercipta setelah mengenal tulisan Andrea Hirata bahwa, menulis itu sulit sekarang menghilang sepenuhnya...
Meskipun sebelumnya sudah sedikit mengendor ikatannya setelah mengenal Pemuda tadi, owner Japo Coklat itu....ups...eh....keceplosan.... 😁😁

Membaca novel Pidi Baiq ini melepas ikatannya yg selama ini membelengguku....

Tapi...dari semua yang aku ceritakan di atas..  aku hanya mengenang kembali rentetan pembelajaran menulisku.... yang sempat hilang, dan percaya bahwa sebenarnya aku ga bisa menulis...dan menulis itu sulit.

Dan intinya....
Jika ingin menjadi Penulis yang baik,
Maka membacalah...
Jika ingin memiliki kebiasaan membaca yang baik, maka menulislah....
Jika kau lakukan keduanya, maka kau akan menjadi manusia yang sehat lahir batin dan selamat lahir batin....

Ga percaya....??
Coba aja...

Eits....
Membaca di sini bukan membaca chat atau status orang aja loh ya... Tapi membaca buku secara fisik...
Menulispun bukan menulis di WA atau di FB kamu aja, tapi menulis yg kamu tuangkan dalam buku, ada penanya ada bukunya...gitu....

Dear blogger
Terimakasih sudah mendengar aku curhat....

Banyak ya???

Tak apa...
Hehehe....

Udah....ah...
Capek....
Heheh...

😍😍

Komentar

  1. KeRen, sd dah nulis. Aku smp baru baca novel, mira w, marga T. , terakhir Laskar pelanginya Andrea Hirata. Semuanya pinjeman bukunya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Noda Pada Gadis Kecil Itu

Menulis adalah duniaku

Wisuda ODOP