Selamat Ulang Tahun
Saya dulu sempat membenci hari ini. Setiap tanggal 28 Juni saya mengutuknya. Sebagai anak-anak, sangat wajar jika saya mengharap hari specialnya menjadi hari yang indah, dengan segala ucapan dan doa ulang tahun dari orang-orang tercinta juga kado istimewa. Tapi di keluarga kami tidak ada bedanya hari ulang tahun dengan hari-hari biasa. Bapak dan ibu tidak mengadakan budaya merayakan ulang tahun anak-anaknya. Jadi tidak ada perayaan, tidak ada ucapan. Teman-teman sekolah sayapun tidak pernah tahu tanggal ini saya sedang ulang tahun, karena setiap akhir Juni dari masa ke masa adalah saat semua sekolah libur kenaikan kelas. Dari kecil saya merayakan ulang tahun sendiri dengan menulis diary, berdoa untuk saya sendiri dan mengucap harapan-harapan saya dalam hening. Karena di keluarga tida ada bedanya, saya tidak berani berharap apa-apa dari orangtua. Tapi berbeda dengan kakak ketiga saya yang beruntung di lahirkan di tanggal yang i...