Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020
Wajah-wajah penuh kepura-puraan menunduk menampakkan kesedihan yang palsu. Mengerubung tubuh pria hebat yang sekarang duduk lemas di atas kursi roda di depan halaman kamar VVIP sebuah rumah sakit bertaraf internasional. Sepasang bibir Ayah mulai bergetar. ‘’Kematian terasa semakin dekat.’’ Sunyi berkuasa sejenak. Desau angin dan serangga malam yang merintih kedinginan melengkapi senyap. ‘’Aku akan membagikan warisan sebelum aku mati agar nanti tidak ada perdebatan lagi.’’ Angin yang berdesir tiba-tiba diam. Suasana lengang mengkhidmati wajah kami yang tercengang. Mulanya aku mengira ucapan Ayah yang terdengar seperti syair itu hanya bercanda belaka. ‘’Bercanda memang bisa membuat orang awet muda, tapi toh kita akan tetap mati juga.’’ Ayah tahu isi otakku. ‘’Ayah akan sembuh,’’ ucapku lantang. Kakakku yang lain seperti menertawakan kenaifanku. Mereka mengira, aku sama. Berharap Tuhan mempercepat kematian ayah. “Aku sudah membawa pengacara untuk menjadi saksi.” Ayah sama ...