Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Selamat Ulang Tahun

Saya dulu sempat membenci hari ini.  Setiap tanggal 28 Juni saya mengutuknya. Sebagai anak-anak,  sangat wajar jika saya mengharap hari specialnya menjadi hari yang indah,  dengan segala ucapan dan doa ulang tahun dari orang-orang tercinta juga kado istimewa.  Tapi di keluarga kami tidak ada bedanya hari ulang tahun dengan hari-hari biasa. Bapak dan ibu tidak mengadakan budaya merayakan ulang tahun anak-anaknya.  Jadi tidak ada perayaan,  tidak ada ucapan. Teman-teman sekolah sayapun tidak pernah tahu tanggal ini saya sedang ulang tahun,  karena setiap akhir Juni dari masa ke masa adalah saat semua sekolah libur kenaikan kelas. Dari kecil saya merayakan ulang tahun sendiri dengan menulis diary,  berdoa untuk saya sendiri dan mengucap harapan-harapan saya dalam hening. Karena di keluarga tida ada bedanya,  saya tidak berani berharap apa-apa dari orangtua. Tapi berbeda dengan kakak ketiga saya yang beruntung di lahirkan di tanggal yang i...

Memecahkan Mental Block dalam diri

MEMECAHKAN MENTAL BLOCK DALAM DIRI Akhir-akhir ini,  saya suka membaca artikel-artikel tentang Mental Block,  melihat Video tutorial cara menghilangkan Mental Block,  juga diskusi tentang topik yang sama dengan banyak orang.... Sejak Guru kami,  Bapak Kiai Tanjung sering menyebutkan di kajian Beliau tentang betapa 'ga baik' nya punya Mental Block,  saya tidak bisa menahan keinginan untuk bertanya,  tapi di Kajian Beliau tidak ada sesi tanya jawab,  maka saya mencari jawabannya dengan cara saya sendiri. Dari Beliau saya tahu bahwa Mental Block itu hal negatif yang harusnya tidak boleh ada dalam diri manusia yang berTuhan. Tapi secara definisi lengkap saya hanya bisa menebak-nebak saja. Banyak artikel di Internet menyebutkan bahwa Mental Block adalah sebuah keyakinan yang sangat kuat dalam diri yang melemahkan diri kita,  menghambat kinerja dan cara berfikir kita,  membuat kita susah untuk sukses.  Sukses dalam arti yang luas,  k...

Puisi konyol

Puisi Malam Malam sepi... Semua terlelap di pangkuan malam... Menyusuri indahnya mimpi yang tak berkesudahan. Sedang aku.... Tersiksa sendiri tanpa tahu harus bagaimana... Tiga bahan telah ku potong... Kusamakan dengan polanya... Kugunting dengan rapi... Begitu indah warnanya.... Kemudian... Benang dengan warna yang sama Telah aku pasang kepada Sang Mesin Jahit Kupastikan pucuk benangnya terpasang dengan benar ke jarum... Tapi... Aku tak kuasa menginjak pedal dinamo ini... Oh... Tolong aku.... Aku harus bagaimana??? Malang nian nasibku malam ini... Keinginan ini begitu kuat... Aku sedih... Mengapa keinginan ini datang di saat yang tidak tepat?? Apakah aku harus nekat menginjak pedal ini??? Dan membiarkan mereka yang terlelap kemudian terbangun karena ulahku?? Ah.... Itu bukan hal yang benar... Dan... Kurapikan kembali bahan-bahan itu, Kuikat dengan erat... Dan kurebahkan punggung ini... Malam sudah larut.. Biar kutunggu Sang Kantuk datang memelukku... ...

Pencarian

"Loh.... Dosa bagaimana?  Kan wajar,  saat kita berkunjung ke rumah Tuhan,  kita ingin bertemu Sang pemilik rumah? " aku ngeyel. "Di sini bertemu Tuhan itu ya menjalankan ritual umroh atau haji yang sudah ditentukan,  itu sama dengan bertemu dengan Tuhan" Aku diam tidak menjawab karena suamiku menyarankan aku diam.  Tapi dalam hati,  aku merasa dongkol tak tertahankan. Buat apa aku mahal-mahal pergi ke sini tanpa bertemu Sang Pemilik Rumah. Bertemu Tuhan hanya dengan menjalankan ritual-ritual di sini?  Apa bedanya dengan mengerjakan di lain tempat?  Di rumah kita sendiri?  Bukankan itu hanya ritual yang dilakukan oleh raga kita dan bisa dilakukan di manapun?  Tidak harus di sinikan?  Bukankah kita di Rumah Tuhan untuk bertemu Tuhan?  Melihat Tuhan? Dan aku hanya bisa menutup muka dengan sangat kecewa sembari menahan tangis dan amarah. Tiba-tiba semangat ku dan antusiasku di 'Baitullah' ini hilang entah ke mana, aku ingin seg...