Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Perut Buncit? No Way...

Setiap wanita pasti ingin punya tubuh proporsional. Hayoo ngaku...! Perut buncit bikin emak-emak jerit-jerit sambil dahi dipijit-pijit mikir perut yang amit-amit. Hehehe... Pasti semua ibu-ibu juga pernah mencoba berbagai macam olah raga ringan yang bisa kecilkan perut buncit, ada yang malah nekat beli obat pelangsing tanpa melihat baik-buruknya, ada pula yang diet ketat dengan memangkas jatah makannya sampai ekstrim. Memang berhasil, tapi sebentar. Saat sudah capek dan mentok buncit lagi tuh perut. Tuman! Kemudian karena ga berhasil diet, akhirnya mengarang alasan bahwa nggak peduli badan melar, yang penting suami masih sayang. Atau ga pa-pa deh gendut asal sehat. Xixixi... Nah... Di sini Tahanankata bakal bagikan tips jitu untuk mengecilkan perut buncit. Mau tau? Check it out! Ini adalah ramuan ajaib yang bisa mengikis perut buncitmu tapi tetep bisa makan banyak. Udah ada beberapa testimoni yang membuktikannya, termasuk yang nulis ini juga. Jadi bukan isapan jempol aja ya... Dan ...

Menulis adalah duniaku

Lukislah Duniamu dengan Kata-kata #OneDayOnePost #ODOPBatch7 #KomunitasODOP Menulislah yang kau katakan, dan katakan yang kau tulis. Aku mengenal ungkapan itu dari pengajar bahasa inggris di sebuah kursusan Pare Kediri. Miss Uun aku memanggilnya, yang sekarang sering menjadi teman berbagi dan diskusi tentang dunia literasi. Ungkapan lain yang pernah dia lontarkan. Jangan bermimpi menjadi penulis, tapi cukup tulis saja apa lakumu, maka kau akan merangkai dunia dengan tulisanmu. Aku mencintai dunia menulis. Sejak kecil dikenalkan saudara-saudaraku tentang dunia tulis-menulis. Salah satu kakakku adalah cerpenis kawakan yang memiliki setumpuk buku kumpulan cerpennya. Dan dia adalah penulis idolaku yang pertama. Saat itu aku masih sangat kecil, baru bisa menulis dan membaca. Semua cerpen di majalah remaja yang kubaca tak bisa menandingi tulisan kakakku itu. Mungkin aku masih terlalu kecil untuk bisa menilai kala itu. Dari situ aku mulai belajar menulis cerpen. Cerpen pertamaku berjud...